Misa Paskah 2023 di Rote
Pastor Paroki St Kristoforus Ba'a: Allah Menunjukan Yesus adalah Tuhan
Sunyi dan heningnya saat umat Katolik di Gwereja Katolik St Kristoforus Ba'a mengikuti Misa Sabtu Suci dan memegang lilin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Misa-Paskah-di-Rote.jpg)
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Mario Giovani Teti
POS-KUPANG.COM, BA'A - Sunyi dan heningnya saat umat Katolik di Paroki St Kristoforus Ba'a mengikuti Misa Sabtu Suci dan memegang lilin di tangan masing-masing.
Menenggelamkan diri dalam khidmat mengenang kesunyian sehari setelah Yesus wafat. Lampu gereja dimatikan, hanya tinggal keriap api kecil dari lilin-lilin itu. Kidung pujian pun menggema memenuhi sudut-sudut ruangan.
Setelah suasana hiruk pikuk drama Jalan Salib saat Yesus ditangkap, diadili, disalibkan hingga wafat di bukit Golgota, kesunyian mencengkram Yerussalem serta perasaan kawan-kawan, keluarga dan murid-murid Sang Mesias.
Itulah suasana ingin diinsafi oleh umat Katolik pada momen misa Sabtu Suci.
Baca juga: Injil Katolik Paskah Kedua Senin 10 April 2023 Lengkap Mazmur Tanggapan
Tak terkecuali yang digelar di Gereja Katolik Santo Kristoforus Ba'a Rote Ndao pada Sabtu, 8 April 2023 malam. Dalam misa tersebut, terdapat satu momen keheningan ketika semua lampu gereja dimatikan.
Pastor Paroki St Kristoforus Ba'a, RD. Ardi Meman memberi pesan iman dalam khotbah sucinya.
"Viral di media sosial terkait pemberitaan akan ada badai ketika saya menjalani perutusan di Pulau Ndao" kata RD. Ardi.
"Memang kita waspada terkait cuaca, itu Manusiawi. Kewaspadaan itu penting, tetapi harus jaga keseimbangan. Jangan Kewaspadaan yang membuat kita takut berlebihan," sambungnya.
Bapak, mama, masih kata RD. Ardi, kisah penyaliban Kristus begitu dramatis dalam sejarah kemanusiaan. Ketika Yesus wafat di kayu salib, alam berbicara tentang kekuasaan Allah. Tabir Bait Suci terbelah dua.