Misa Paskah 2023 di Rote
Pastor Paroki St Kristoforus Ba'a: Allah Menunjukan Yesus adalah Tuhan
Sunyi dan heningnya saat umat Katolik di Gwereja Katolik St Kristoforus Ba'a mengikuti Misa Sabtu Suci dan memegang lilin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Misa-Paskah-di-Rote.jpg)
Allah dalam konteks Perjanjian Lama, kadang kala datang dalam gemuruh yang dasyat. Siapa yang bisa tangkis ?
"Di dalam tragedi penyelamatan, saya memantau, memang luar biasa untuk kita yang ada di sini. Ramai orang mengikuti prosesi Jalan Salib. Saya tidak tahu apa semua menghayatinya atau sekedar rutinitas," ujar RD. Ardi.
Baginya, tragedi itu bukan hanya sebatas tragedi kematian Kristus Tuhan yang bagi dunia modern kadangkala orang menganggap sebuah pengalaman tanpa refleksi lebih dalam.
Namun, RD. Ardi menerangkan, ada titik keseimbangan antara kematian dan kebangkitan yang dibacakan dalam bacaan injil. Di situ menjelaskan, kebangkitan Tuhan, apa yang terjadi yakni Gempa bumi yang dasyat.
"Jadi merayakan Paskah, Allah menunjukan kepada kita di awal karya penciptaan yang dibahasakan di dalam Kitab Kejadian, segala sesuatu yang diciptakan Allah baik adanya," ucap RD. Ardi.
Ia melanjutkan, kisah ini menganggumkan, Bapak Mama saudara dan saudari bahwa setelah Allah menyediakan semua, pada hari yang keenam Dia ciptakan manusia.
Namun, kejatuhan manusia merubah paradigma Allah. Kadang manusia, Allah yang begitu baiknya, manusia mau tuntut lebih, mau sejajar dengan Allah. Manusia tidak mau bersyukur akan apa yang dimilikinya saat ini.
"Ketika berenang di Pantai Ndao, saya melihat seorang anak, menulis atau menggambar sesuatu di tepi pantai," pungkas RD Ardi sembari menceriterakan perutusannya di Pulau Ndao sejak Minggu daun-daun.
"Saya keluar dari laut dan menjumpai anak itu untuk melihat apa yang sedang dia gambar," lanjutnya.
RD. Ardi melihat, anak itu menggambar matahari yang hampir terbenam, senja di atas pasir.
Lalu ia bertanya, anak kenapa menggambar ini?
"Pelajaran yang saya terima, walau gelap itu akan datang, namun saya telah melakukan sesuatu. Jangan hidup dimaknai dengan sangat murah. Maka benarlah, saya mengutip sebuah semboyan, Door Duisternis Tot Licht (bahasa Belanda) yang artinya Habis Gelap Terbitlah Terang," terang RD. Ardi.
"Semboyan ini mau mengatakan kepada kita, sebelum raga kita dikebumikan, kita telah melakukan perubahan dalam diri. Maka memang kebangkitan Tuhan dihayati dan disyukuri atas peristiwa penyelamatan manusia," terangnya lagi.
Lebih lanjut kata RD. Ardi, memang setingan Allah itu begitu dasyat bagi manusia. Dan sebenarnya bacaan-bacaan malam ini mau menerangkan setiap hidup manusia itu begitu berarti.
Walaupun manusia terbenam seperti matahari yang tenggelam, tapi kebaikan Allah tidak pernah pudar dari kehidupan manusia.
"Jadi Allah mau mengatakan bahwa Yesus adalah Tuhan," pesan RD. Ardi. (Rio)
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News