Berita NTT
Perahu Nelayan Tenggelam, Pemda Malaka akan Beri Solusi untuk Korban
Kepala BPBD Kabupaten Malaka, Gabriel Seran, menyampaikan permohonan maaf karena pihaknya tidak memiliki bantuan darurat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Keluarga-dari-Remigius-Bisi-Nahak.jpg)
TRIBUNFLORES.COM, BETUN - Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Malaka memberi solusi atas peristiwa yang menimpa 5 orang nelayan yang selamat setelah berenang 3 jam di tengah lautan usai perahu mereka dihantam ombak di Teluk Hasan Maubesi.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Malaka, drh. Rofinus Seran Bria, mengatakan terkait dengan perahu milik nelayan yang tenggelam akibat dihantam ombak di Teluk Hasan Maubesi ini tentu ada solusinya.
"Tentunya kita bersyukur karena 5 orang nelayan itu selamat. Mengenai bantuan perahu, supaya nelayan yang pemilik perahu tersebut datang ke kantor untuk kita lalui tahapannya sehingga urusannya bisa lancar dan aman," jawabnya kepada Pos Kupang, Rabu 3 Mei 2023 sore.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kabupaten Malaka, Gabriel Seran, menyampaikan permohonan maaf karena pihaknya tidak memiliki bantuan darurat.
Baca juga: Perahu Tenggelam, 5 Nelayan Malaka NTT Selamat Setelah Berenang 3 Jam
"Kami harus usul ke pusat dulu, bantuan emergensi ini harusnya ke Dinas Sosial, mohon maaf sekali lagi mohon maaf," tulisnya melalui via pesan watsApp kepada Pos Kupang.
Sementara itu Kepala Dinas Sosial atau Dinsos Kabupaten Malaka, Folgentius Fahik, mengatakan terkait dengan bantuan kepada peristiwa seperti tenggelamnya perahu nelayan tersebut tidak ada.
"Kami hanya membantu masyarakat yang apabila mengenai bencana alam seperti angin puting beliung, banjir, kebakaran rumah, dan sebagainnya. Itupun kami hanya mampu memberikan bantuan berupa makanan," bebernya.
Sekretaris Daerah atau Sekda Kabupaten Malaka, Ferdinand Un Muti, ia terutama menyampaikan rasa syukur dan berterima kasih kepada Tuhan karena diberikan perlindungan dan kekuatan secara fisik sehingga bisa berenang dan selamat. Demikian juga diberikan kekuatan oleh para leluhur.
"Mengenai bantuan, selama ini ia kurang mengetahui tapi nanti silakan Kepala Desa (Kades) buatkan laporan ke Bupati dan tembusan ke Dinas Sosial," katanya.
Baca juga: Gamel Teriak Minta Tolong untuk Padamkan Api saat Rumah Warga Malaka Terbakar
Sebelumnya diberitakan, Remigius Bisi Nahak (40), nelayan asal Desa Kletek Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka, selamat dari maut setelah tubuhnya dan perahu miliknya dihantam ombak, Selasa 2 Mei 2023.
Ia bersama empat orang teman lainnya berhasil menyelamatkan diri dengan berenang tiga jam di lautan teluk hasan Maubesi.
Saat itu, Remigius Bisi Nahak bersama empat orang teman lainnya sedang berada di tengah lautan teluk hasan Maubesi.
Mereka berlima menggunakan perahu fiber bernama Sinar Terbit hendak menuju ke rumah usai mencari ikan di perbatasan Republik Indonesia dan Republik Demokratik Timor-Leste (RI-RDTL).
Mereka berlima mencari ikan mulai dari tanggal 28 April - 2 Mei 2023. Setidaknya ada empat hari lima malam mereka berada di tengah lautan.