KPK di Maumere

Bupati Robi Idong: Anggaran Saja Kurang, Mau Sogok Lagi Orang

kita saja kekurangan anggaran, mau sogok lagi orang, bahkan yang terakhir ada polemik pun, BPK datang periksa kembali dan tetap dapat WTP

Penulis: Albert Aquinaldo | Editor: Hilarius Ninu
TRIBUNFLORES.COM/ALBERT AQUINALDO
BUPATI SIKKA - Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo saat diwawancarai TribunFlores.com usai mengikuti rapat koordinasi TAPD dan Banggar DPRD Kabupaten Sikka tahun 2023, Selasa, 25 Juli 2023 di Lantai 3 Kantor Bupati Sikka, Jalan El Tari Maumere. 

LAPORAN TRIBUNFLORES.COM, Albert Aquinaldo

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Satuan Tugas (Satgas) Koordinasi dan Supervisi Wilayah V, KPK Republik Indonesia menyebut bukan tidak mungkin, praktek suap dan rekayasa juga terjadi di Kabupaten Sikka yang berhasil meraih predikat WTP tujuh kali berturut-turut.

Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Koordinasi Wilayah V Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Dian Patria, kepada wartawan, Senin 24 Juli 2023, mencontohkan beberapa daerah di Jawa dan Papua yang bermasalah dalam tata kelola pemerintahan namun mendapatkan predikat WTP.

Kabupaten Sikka memperoleh tujuh kali predikat WTP sejak tahun 2017 dan 2018 di masa Pemerintahan Bupati Sikka periode 2013-2018, Drs. Yoseph Ansar Rera dan Wakil Bupati Sikka, Drs. Paolus Nong Susar.

Berlanjut pada masa pemerintahan Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, S. Sos. M. Si dan Wakil Bupati Sikka, Romanus Woga mendapat lima kali berturut-turut sejak tahun 2019-2023.

 

Baca juga: 17 Pejabat di Sikka Belum Lapor Harta Kekayaan, Bupati Sikka: Itu Kelalaian

 

 

 

Menanggapi pernyataan Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Koordinasi Wilayah V Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu, Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo yang ditemui TribunFlores.com, Selasa, 25 Juli 2023 menjelaskan, dalam meraih WTP sebanyak tujuh kali berturut-turut, Pemerintah Kabupaten Sikk apa adanya dan tidak ada rekayasa dan upaya suap.

"WTP itukan akan perjuangan memenuhi persyaratan-persyaratan, jadi tidak ada sogok menyogok, untuk apa, kita saja kekurangan anggaran, mau sogok lagi orang, bahkan yang terakhir ada polemik pun, BPK datang periksa kembali dan tetap dapat WTP," jelas Robi Idong.

Raihan WTP tujuh kali berturut-turut, kata Robi Idong, bukan merupakan kerja Bupati seorang diri tetapi kerja semua orang terutama mereka pengguna anggaran.

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

 

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved