Berita Lembata
Hilangkan Ego Sektoral Kalau Lembata Mau Maju
Dalam upaya untuk mendorong lingkungan kerja yang lebih efektif dan efisien, gagasan pendekatan egosentris dalam berbagai sektor
Penulis: Ricko Wawo | Editor: Hilarius Ninu
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Penjabat-Bupati-Lembata-Matheos-Tan-11.jpg)
Laporan Reporter Tribun Flores.Com, Ricko Wawo
TRIBUNFLORES.COM, LEWOLEBA-Dalam upaya untuk mendorong lingkungan kerja yang lebih efektif dan efisien, gagasan pendekatan egosentris dalam berbagai sektor sedang didesak untuk dihentikan.
Hal tersebut disampaikan Penjabat Bupati Lembata, Matheos Tan, dalam rapat terbatas membahas optimalisasi aset gedung milik pemda Lembata, di ruang rapat Bupati Lembata, Senin (14/8/23).
Menurut dia, kebijakan ini bertujuan untuk mempercepat pembangunan di Kabupaten Lembata yang semakin tertinggal dari daerah-daerah lain di NTT.
Untuk itu Bupati Lembata memandang perlu melakukan rapat terbatas bersama beberapa pimpinan OPD guna memberikan arahan sekaligus penekanan penting terhadap kebijakan pemerintah ke depan.
Baca juga: Pemda Lembata Sudah Saatnya Buka Ruang Bagi Anak Muda
Bupati Theo menggarisbawahi urgensi untuk menghilangkan pendekatan egosentris dalam berbagai sektor guna mewujudkan perkembangan yang signifikan di tanah Lepan Batan.
Ia menegaskan bahwa untuk mencapai kemajuan yang komprehensif, perlu dilakukan perubahan dalam pola pikir, tindakan, dan perilaku yang berorientasi pada tujuan bersama.
Ke depan, orang nomor satu di Lembata ini menekankan perlunya membuang egosentrisme untuk membuka jalan bagi kemajuan.
“Agar Lembata benar-benar berkembang, diperlukan lompatan yang signifikan. Transformasi tidak hanya dalam pola pikir tetapi juga dalam tindakan dan perilaku yang digerakkan oleh sektor,” tegas Bupati Theo.
Menyoroti pentingnya perspektif kolektif, ia menambahkan bahwa menarik investor bergantung pada pandangan yang lebih baik terhadap tantangan, berfokus tidak hanya pada kepentingan sektor tertentu tetapi pada tujuan bersama untuk kemajuan Lembata secara keseluruhan.
Ia menekankan bahwa Kabupaten Lembata ini akan semakin tertinggal bila semua OPD selalu mementingkan ego sektoral. Ia mencontohi kabupaten tetangga Flores Timur yang anggarannya sekarang sudah mencapai 1,4 Triliun, Alor, 1, 2 Triliun Kabupaten Sikka, 1,3 Triliun, masa Kabupaten Lembata hanya 800 Miliar.
Hal ini perlu kita sadari bahwa ada yang salah disini. Pasti selama ini kita semua bekerja lebih kepada ego sektoral sehingga hasilnya juga tidak maksimal.