Senin, 13 April 2026

Berita Manggarai

Tanaman Padi Sawah Tumbuh Subur dan Bebas Hama di PLTP Ulumbu Manggarai

Di saat banyak warga Manggarai memrotes pengembangan lanjutan PLTU Ulumbu, petani di sekitar kawasan membeberkan manfaat yang dirasakannya.

Tayang:
Penulis: Charles Abar | Editor: Egy Moa
zoom-inlihat foto Tanaman Padi Sawah Tumbuh Subur dan Bebas Hama di PLTP Ulumbu Manggarai
POS-KUPANG.COM/CHARLES ABAR
PETANI -Petani dekat Kawah Ulumbu Margareta sedang membersihkan sawah, Selasa 19 September 2023 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM,Charles Abar 

TRIBUNFLORES.COM,RUTENG-Taman padi sawah milik keluarga Margareta Dinut (58) di Desa Lungar, Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai tumbuh subur pada setiap musim tanam di atas lahan seluas 1 Ha di sekitar PLTU Ulmbu.

Walaupun berada di antara kawah Ulumbu, Margareta Dinut bersama keluarga tidak pernah mengalami gagal panen. Bahkan setiap musim tanam, mereka tidak harus mengeluarkan biaya untuk membeli pupuk. Tanaman padi sawah tumbuh subur dengan sendirinya, bahkan bisa dua kali musim panen.

Diceritakan Margareta, sawah yang berada tepat di sebelah titik kawah Ulumbu itu tidak pernah menyirami pupuk dan semprot hama menggunakan kimia. Namun sawah milik mereka, subur dengan sendirinya. Dengan begitu, mereka tidak mengeluarkan biaya untuk pupuk dan obat hama

"Selama bekerja di sawah ini pak,  kami tidak mengalami kendala. Kami tidak menemukan ada hama Wereng, atau sejenisnya. Sawah yang kami kerja ini tidak pernah kami siram pupuk, padahal tumbuh subur tanpa pupuk, kami hanya membersihkan rumput-rumput liar," ungkap Margareta, ditemui sedang bekerja di sawah  Selasa 19 September 2023.

Baca juga: PLN UIP Nusra Gelar Pelatihan Hortikultura bagi Warga Sekitar PLTP Ulumbu di Poco Leok Manggarai

 

 

Tidak hanya padi sawah, jenis pertanian lain seperti ubi, pisang, kopi dan kakao.

"Mungkin karena belerang, tanaman kami tumbuh dengan subur. Pengalaman kami juga belerang ini bisa membasmi hama," lanjut Margareta 

Margereta yang sudah puluhan tahun tinggal di sekitar kawah Ulumbu membantah anggapan  yang menyebut kehadiran PLTP Ulumbu mematikan tanaman pertanian sekitar.

"Menurut saya itu tidak benar.Ulumbu ini bukan dibuat oleh manusia, kehendak Tuhan. Sejak dari dulu, tapi tidak ada pengaruh terhadap ruang hidup kami," katanya.

Baca juga: Tokoh Adat dan Pemilik Lahan Dukung Penuh Pengembangan PLTP Ulumbu di Poco Leok

Soal keberadaan pembangkit kata Margareta, juga tidak ada persoalan dengan kehidupan warga sekitar.

Diketahui, PLTP Ulumbu diresmikan pada 11 November 2011 oleh Menteri BUMN saat itu Dahlan Iskan.

Pembangkit listrik  kasitas 2 X 5 MW menjadi andalan daratan Pulau Flores untuk pemenuhan pasokan listrik bagi masyarakat. Sejak operasi pada tahun 2011 warga sekitar Ulumbu turut merasakan manfaat dari kehadiran pembangkit listrik ramah lingkungan ini.

PT PLN dalam aktifitasnya di Ulumbu  memberi dampak bagi masyarakat setempat baik dalam peningkatan Ekonomi maupun penyerapan lapangan pekerjaan. Margaretha dan suaminya membuka usaha kios memperoleh penghasilan cukup membiayai kehidupan keluargnya.

Baca juga: BPN Sebut Proses Pembebasan Lahan Proyek Pengembangan PLTP Ulumbu di Poco Leok Sesuai Aturan

"Kehadiran PLTP Ulumbu membawa dampak bagi keluarga kami. Banyak karyawan yang kerja di sini, kami juga berjalan rokok, kopi dan juga kebutahan lain, sehingga banyak tamu yang datang disini jualan kami laku," tutup Ibu Margareta. *

sumber; pos-kupang.com 

Sumber: Pos Kupang
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved