Festival Tedo Tembu Wesa Wela
Wisatawan Ingin Melihat Senyum Warga hingga Suara Burung di Desa Wisata Pemo Kelimutu Ende
Meminta warga Desa Pemo harus ramah dan menjaga kebersihan lingkungan. Jangan membuang sampah sembarangan dan tidak membuat kacau atau mabuk-mabukan.
Penulis: Gordy Donovan | Editor: Gordy Donovan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Anak-Pemo-pose-bersama-usai-terim-hadiah-fashion-show-pakaian-adat-di-Desa-Pemo.jpg)
TRIBUN FLORES. COM, ENDE - Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Ende, Martinus Satban mengatakan potensi Desa Pemo Kecamatan Kelimutu menarik bagi sejumlah wisatawan baik dalam negeri maupun luar negeri.
Kadis Martinus meminta warga Desa Pemo harus ramah dan menjaga kebersihan lingkungan. Jangan membuang sampah sembarangan dan tidak membuat kacau atau mabuk-mabukan.
Wajib menjaga keamanan sehingga wisatawan betah berada disini.
"Bapa mama harus senyum. Mereka ingin melihat kita ramah. Kita harus jaga kebersihan, " ujar Kadis Martinus saat penutupan Festival Tedo Tembu Wesa Wela di Desa Pemo, Kelimutu, Ende, Sabtu 28 Oktober 2023.
Ia mengatakan masyarakat harus menjaga alam. Tidak boleh mengotori alam harus melestarikan alam sehingga tetap asri dan sejuk. Wisatawan sangat menyukai alam yang asri.
Baca juga: Pemda Ende Diminta Perhatikan Jalan Menuju Kampung Pemo, Desa Wisata di Ende
Mereka datang berlibur ke sini untuk melepas penat karena didaerah mereka sudah bosan dengan alam yang mungkin sangat hiruk pikuk.
Jadi pilihannya mereka ke sini untuk menikmati alam dan suasana di kampung.
Sementara untuk di daerah mereka tidak ada yang masih alami atau jarang ditemukan. Mereka ingin melihat hal-hal yang unik di daerah kita.
"Mereka menikmati bunyi jangkrik, anjing gonggong, ayam berkokok dan lain-lainnya. Mereka datang menikmati udara bersih. Mereka harus menikmati treking ke Kelimutu, itu mereka senang. Jadi kita harus ramah dengan wisatawan," ujarnya.
Ia mengapresiasi Festival budaya Pemo menyambut musim tanam.
Festival adat merupakan komunikasi kultur para tokoh adat dan masyarakat. Sehingga sangat unik dan menarik.
Ia menjelaskan pariwisata sektor strategis sehingga Ende masuk dalam kawasan strategis pembangunan nasional pariwisata super prioritas.
"Tahun depan Ende jaringan kota pusaka nasional dan jaringan tapak sejarah bung Karno. Bulan Juni tahun depan di Ende. Saya catat Desa Pemo harus hadir. Kekuatan sejarah Bung Karno itu ada di Ende," ujarnya.
Baca juga: Ditjen Bina Pemdes Kemendagri Dukung Pelestarian Budaya Pemo, Ende
Perhatikan Jalan
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Ende diminta untuk memperhatikan jalan menuju Kampung Pemo, Desa Pemo, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende, Flores, NTT.
Hal itu disampaikan perwakilan aji ana Riski Kota Nggela, saat penutupan Festival Tedo Tembu Wesa Wela atau acara adat menyambut musim tanam.