Senin, 20 April 2026

Festival Tedo Tembu Wesa Wela

Ditjen Bina Pemdes Kemendagri Dukung Pelestarian Budaya Pemo, Ende

Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Pemerintahan Desa (Pemdes) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengapresiasi masyarakat adat Desa Pemo Ende NTT.

Tayang:
Penulis: Cristin Adal | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Ditjen Bina Pemdes Kemendagri Dukung Pelestarian Budaya Pemo, Ende
TRIBUNFLORES.COM / CRISTIN ADAL
DISKUSI - Perwakilan Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Pemerintahan Desa (Pemdes) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Amanah Arsi (jilbab hitam) diskusi bersama masyarakat Adat Pemo di Desa Pemo, Kecamatan Kelimutu, Ende, Flores, NTT, Kamis 26 Oktober 2023. Amanah mengapresiasi masyarakat adat Desa Pemo yang melaksanakan pesta adat menyambut musim tanam dalam ritual Nggua Bapu Joka Ju Tedo Tembu Wesa Wela Tana Pemo. 

TRIBUNFLORES.COM, ENDE - Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Pemerintahan Desa (Pemdes) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengapresiasi masyarakat adat Desa Pemo yang melaksanakan pesta adat menyambut musim tanam dalam ritual Nggua Bapu Joka Ju Tedo Tembu Wesa Wela Tana Pemo.

Hal ini disampaikan oleh Amanah Asri, perwakilan Ditjen Bina Pemdes Kemendagri yang mewadahi Bidang Seni dan Budaya dibawa naungan UNESCO, saat hadir dalam festival budaya Desa Pemo, di Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende, Kamis 26 Oktober 2023 sore.

"Kehadiran kami di sini mewakili Ditjen Bina Pemdes Kemendagri. Kami mendukung untuk melestarikan adat budaya kita di Pemo, Ende. Kami senang bisa hadir di sini dan melihat keindahan budaya Desa Pemo,"kata Amanah Asri kepada TribunFlores.Com.

Amanah Asri mengatakan, Ditjen Bina Pemdes merencanakan program melalui dana desa untuk pembangunan rumah adat dan mendukung program masyarakat adat untuk kelestarian seni budaya.

Baca juga: Vito Saleh dan Arini Abdula Bangga Pamerkan Pakaian Adat Pemo saat Festival Tedo Tembu Wesa Wela

 

"Untuk program rencana ke depan dan dianggarkan melalui dana desa untuk pembangunan rumah adat dan beberapa kementerian juga mendukung program-program yang di masyarakat adat," jelas Ketua Science & Research dibawa naungan UNESCO ini.

Amanah juga menanggapi harapan Pemerintah Desa Pemo menjadikan Pemo sebagai salah satu desa adat. Ia menyebutkan bahwa Menteri Dalam Negeri telah menerbitkan Permendagri Nomor 1 Tahun 2017 tentang Penataan Desa.

Adapun ruang lingkup peraturan ini meliputi penataan desa dan penataan desa adat. Penataan Desa berupa pembentukan Desa dan Desa Adat, penghapusan Desa dan Desa Adat, dan perubahan status Desa dan Desa Adat.

TARIAN GAWI - Warga Kampung Pemo saat Menari Gawi di Desa Pemo, Kelimutu, Ende, NTT, Rabu 25 Oktober 2023.
TARIAN GAWI - Warga Kampung Pemo saat Menari Gawi di Desa Pemo, Kelimutu, Ende, NTT, Rabu 25 Oktober 2023. (TRIBUNFLORES.COM / GG)

"Terkait desa adat, kita ada Permendagri Nomor 1 tahun 2017 tentang penataan dan ada beberapa tahapan desa menjadi desa adat . Akan kita lakukan apakah masuk dalam kategori dan dokumen apa yang kita persiapkan. Semoga desa Adat kita tetap lestari dengan kebudayaan," pungkasnya.

Sementara itu Kepala Bidang (Kabid) Pemerintah Desa, Dinas Pemerintahan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Ende, Pieter TH. Tonael, mengapresiasi Pemerintah Desa Pemo dan tetua adat yang melaksanakan ritual adat tersebut.

"Kami berterima kasih kepada pemerintah desa, karena ini adalah langkah cerdas dari kepala desa tentu saja dari dukungan penuh tokoh adat atau mosalaki, seluruh masyarakat adat Kampung Pemo ini,"ujar Pieter.

Baca juga: Rayakan Festival Tedo Tembu Wesa Wela, Anak-Anak Desa Pemo Ende Fashion Show Pakaian Adat

Ia menyampaikan bahwa DMPD Kabupaten Ende mendukung desa yang melestarikan adat dan budayanya.

Melalui Peraturan Desa (Perdes) kewenangan desa sudah ditetapkan, ia mengajak desa untuk menggunakan kewenangan desa.

"Ada dua kewenangan yang diberikan kepada desa, yang pertama kewenangan berdasarkan hak asal usul dan kewenangan lokal berskala desa. Adat istiadat salah karena kewenangan desa sudah diberikan negara kepada desa dan masyarakat di sini,"ungkapnya.

PERSEMBAHAN - Tampak mosalaki menerima persembahan warga umat Katolik dan Umat Muslim (pakai Jilbab hitam) saat Festival Tedo Tembu Wesa Wela di Pemo, Kecamatan Kelimutu, Ende, Flores, NTT, Selasa 24 Oktober 2023.
PERSEMBAHAN - Tampak mosalaki menerima persembahan warga umat Katolik dan Umat Muslim (pakai Jilbab hitam) saat Festival Tedo Tembu Wesa Wela di Pemo, Kecamatan Kelimutu, Ende, Flores, NTT, Selasa 24 Oktober 2023. (TRIBUNFLORES.COM / GG)

Sementara itu, Kepala Desa Pemo, Xaverius Peme Rada, berharap dengan kehadiran Ditjen Bina Pemdes di desa dapat mendukung kearifan lokal sebagai pilot project dan mendukung Pemo sebagai desa adat.

"Saya sangat berterima kasih atas kehadiran ibu Amanah Asri yang mendukung festival budaya kami. Harapan saya dengan kedatangan perwakilan Kemendagri, bahwa kearifan lokal menjadi program dan pemo ini menjadi desa adat,"ungkap Xaverius.

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved