Selasa, 14 April 2026

Berita TTS

Bupati TTS Buka Festival Bahasa Ibu

Bahasa daerah sesungguhnya merupakan aset. Bahasa daerah merekam kearifan lokal, khazanah, pengetahuan dan

Tayang:
Editor: Nofri Fuka
zoom-inlihat foto Bupati TTS Buka Festival Bahasa Ibu
POS KUPANG.COM/ADRIANUS DINI
Suasana Festival Tunas Bahasa Ibu, bahasa Dawan, yang diselenggarakan oleh kantor bahasa provinsi NTT di Gor Nekmese kota Soe, Sabtu, 11 November 2023. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Adrianus Dini

POS-KUPANG.COM, SOE - Bupati Timor Tengah Selatan, Egusem Pieter Tahun menyebut bahasa daerah sebagai aset yang mana di dalamnya tersimpan kekayaan daerah.

Oleh karenanya orang nomor satu kabupaten TTS ini menyampaikan dukungan penuh untuk pelestarian bahasa daerah, bahasa dawan (uab meto).

Hal ini disampaikan bupati Egusem Pieter Tahun saat membuka Festival Tunas Bahasa Ibu, bahasa Dawan, yang diselenggarakan oleh kantor bahasa provinsi NTT di Gor Nekmese kota Soe, Sabtu, 11 November 2023.

"Bahasa daerah sesungguhnya merupakan aset. Bahasa daerah merekam kearifan lokal, khazanah, pengetahuan dan kebudayaan, serta kekayaan batin penuturnya. Kepunahan bahasa daerah sama artinya dengan hilangnya aset-aset takbenda yang terekam di dalam bahasa daerah tersebut," ungkapnya.

Baca juga: Warga Desa Sunu TTS Gelar Ritual Adat di Patung Jokowi, Singgung Cawapres Gibran

 

Dirinya menyebut penutur bahasa daerah di Indonesia bagian Timur terbilang sedikit. Hal tersebut dikatakan dapat berpotensi menyebabkan kepunahan bahasa daerah.

"Lebih dari tiga perempat bahasa daerah terdapat di wilayah Timur dengan jumlah penutur yang rata-rata sedikit. Akibatnya, ancaman kepunahan bahasa- bahasa daerah seperti ini menjadi sangat kuat. Situasinya akan makin parah kalau tidak ada keberpihakan dari penuturnya dan pemerintah daerah setempat," paparnya.

Dikatakan, Indonesia merupakan negara kedua setelah Papua Nugini yang kaya akan bahasa daerah.

"Berdasarkan hasil pemetaan yang dilakukan badan pengembangan dan pembinaan bahasa (badan bahasa), indonesia memiliki 718, bahasa daerah," ujarnya.

Untuk alasan tersebut, Bupati Egusem mendukung penuh pelestarian bahasa ibu atau bahasa daerah dalam hal ini bahasa dawan (uab meto). Menurutnya, pelestarian bahasa daerah harus dilakukan sejak dini.

“Hari ini, sebenarnya hari libur, tapi karena saya mendukung penuh pelestarian bahasa daerah maka saya hadir di sini. Bahasa daerah perlu dilestarikan sejak dini agar tidak punah,” tandasnya.

Pemda Kabupaten TTS, kata Bupati Egusem, memberikan apresiasi yang tinggi kepada Kantor bahasa Provinsi NTT atas penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Dirinya mengatakan, pada tahun 2024, Pemda TTS akan mengalokasikan anggaran untuk membuat kegiatan serupa guna melestarikan bahasa daerah.

“Saya tantang dinas, tahun depan kita buat lomba cerita rakyat pakai bahasa daerah. Ini merupakan bagian dari upaya melestarikan bahasa daerah,” katanya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved