Waspada Pneumonia
Dinkes Kota Kupang Keluarkan Surat Waspada Pneumonia
Mengantisipasi penularan Mycoplasma Pneumonia di Kota Kupang, Dinas Kesehatan Kota Kupang mengeluarkan surat himbauan kewaspadaan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/WASPADA-PNEUMONIA.jpg)
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi
POS-KUPANG.COM, KUPANG- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kupang mengeluarkan surat kewaspadaan penyeberan penyakit pneumonia.
"Kewaspadaan terhadap Kejadian Mycoplasma Pneumonia," bunyi surat Nomor: 3419 Dinkes. 400.7.7. XII/2023, sebagaimana diterima, Kamis 7 Desember 2023.
Surat ditandatangani Kepala Dinkes, drg. Retnowati per 6 Desember 2023 ditujukan bagi Kepala UPTD Puskesmas dan Direktur/Pimpinan RS/Klinik se-Kota Kupang.
Menurut Retnowati, Dinkes Kota Kupang mengeluarkan surat itu sehubungan dengan surat edaran dari Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan, Kependudukan dan Pencatatan Sipil NTT perihal pneumonia.
Baca juga: Resmikan SPAM Kali Dendeng Kota Kupang, Jokowi Ungkap Masalah Air Bersih di NTT
Surat itu menerangkan, badan kesehatan dunia melaporkan adanya peningkatan kasus peningkatan kasus Mycoplasma pneumonia sejak Mei 2023, ¾ pasien didiagnosa sebagai infeksi Mycoplasma.
Berdasarkan laporan epidemiologi tampak peningkatan kasus Mycoplsma pneumonia (40 persen), Influenza, SAR COV-2, dan lain-lain. Di negara China mycoplasma memang menjadi kasus terbanyak pada kasus pneumonia.
Adanya peningkatan kasus rawat jalan dan rawat inap pada anak yang disebabkan mycoplasma pneumonia sejak Mei 2023 dan RSV, Adenovirus dan influenza sejak Oktober 2023 dimana saat ini sudah terjadi penurunan.
Menurut dia, mycoplasma merupakan penyakit penyebab umum infeksi respiratori sebelum masa covid-19, insiden 8,6 persen, insiden turun jadi 0,7 persen di tahun 2021- 2022.
Baca juga: Pelajar SMP di Kota Kupang Dianiaya Saat Berlomba Balap Sepeda
"Pathogen ini memiliki periode inkubasi yang cukup lama dan penyebaran memerlukan waktu yang lama sehingga disebut sebagai Walking Pneumonia," kata dia.
Mycoplasma, kata Retnowati, merupakan salah satu penyebab penyakit pneumonia di Masyarakat, yang paling banyak dampaknya pada anak-anak. Penyakit ini muncul pada situasi musim panas untuk negara-negara yang memiliki 4 musim.
Di Cina peningkatan pneumonia terjadi 3-5 tahun. Penelitian di China, adenovirus, RSV menjadi penyebab beberapa tahun terakhir.
Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan kewaspadaan bagi Pemerintah Daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, Laboratorium Kesehatan Masyarakat, Kantor Kesehatan Pelabuhan dan para pemangku kepentingan terkait deteksi dini kejadian Mycoplasma Pneumonia.
Baca juga: Kebakaran Toko Emas di Kota Kupang Bermula Pengisian Pertamax ke Tangki Genzet
Berkaitan dengan hal itu, Dinkes Kota Kupang meminta Puskesmas dan Rumah Sakit agar melakukan penguatan penyelenggaraan surveilans Influenza Like Illness (ILI) dan Surveilans Severe Acute Respiratory Infection (SARI) pada site sentinel.
Kemudian meningkatkan pencatatan dan pelaporan pada site sentinel ILI-SARI dan Pneumonia serta SKDR. Lalu melakukan edukasi ke masyarakat terkait PHBS dan pentingnya vaksinasi untuk pencegahan penyakit infeksi saluran pernapasan akut.
"Melaksanakan surveilans ketat dengan memantau peningkatan kasus di wilayah dan melaporkan penemuan kasus melalui pelaporan rutin ISPA," kata dia.
Pelaporan ILI-SARI, kata dia, melalui link https://bit.ly/ILISARI dan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) melalui link https://skdr surveilans.org atau nomor WhatsApp (WA) Public Health Emergency Operation Centre (PHEOC) 0877-7759-1097 atau email: poskokb@yahoo.com dan ditembuskan ke Dinas Kesehatan Provinsi NTT dan Dinas Kesehatan Kota Kupang.
Baca juga: Rupbasan Kupang Kembalikan Barang Bukti 1 Unit Mobil ke Kejari Kota Kupang
"Memperkuat kewaspadaan standar dalam Upaya pencegahan dan pengendalian Infeksi di fasyankes," ujarnya.
Sementara untuk Puskesmas dan rumah sakit diluar site ILI-SARI agar melakukan penguatan penyelenggaraan surveilans Pneumonia dan ILI.
Selanjutnya, peningkatan pencatatan dan pelaporan ISPA pneumonia rutin dan ILI melalui SKDR. Ada juga diminta untuk melakukan edukasi ke masyarakat terkait PHBS dan pentingnya vaksinasi untuk pencegahan penyakit infeksi saluran pernafasan akut.
"Melaksanakan surveilans ketat dengan memantau peningkatan kasus di wilayah dan melaporkan penemuan kasus melalui pelaporan rutin ISPA/pneumonia dan SKDR," ujarnya.
Baca juga: 16 SMA Ikut Lomba Cerdas Cermat Pemilu Bawaslu NTT di Kota Kupang
Diminta juga untuk memperkuat kewaspadaan standar dalam Upaya pencegahan dan pengendalian infeksi di fasyankes. Kemudian memperkuat kewaspadaan standar dalam Upaya pencegahan dan pengendalian infeksi di fasyankes. *
sumber; pos-kupang.com