Gunung Lewotobi Erupsi
Tanaman Pertanian Terancam Gagal Panen Tertutup Abu Vulkanik Gunung Lewotobi
Lahan pertanian warga yang berada di Desa-desa yang terdampak abu vulkanik gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur mengalami rusak parah.
Penulis: Gordy Donovan | Editor: Gordy Donovan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/anaman-pertanian-warga-di-Desa-Nawokote.jpg)
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Arnold Welianto
TRIBUNFLORES.COM, LARANTUKA - Lahan pertanian warga yang berada di Desa-desa yang terdampak abu vulkanik gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur mengalami rusak parah.
Tanaman warga tersebut disebut terancam gagal panen.
Erupsi yang terjadi pada Jumat 23 Desember 2023 lalu mengakibatkan lahan pertanian di dua Kecamatan rusak parah diterjang abu vulkanik yang cukup tebal dan menyebabkan kerugian bagi petani.
Petrus, Warga desa Nawokote mengaku dirinya sudah pasrah dan sudah bersiap jika tanamannya rusak.
Baca juga: 17 Rute Penerbangan dari Maumere Cancel Imbas Erupsi Gunung Lewotobi
" Kami hanya pasrah saja , kerugian yang kami tanggung akan semakin besar," jelasnya Rabu 3 Januari 2024.
Petani lainnnya berharap adanya perhatian pemerintah atas musibah yang menimpa para petani dengan memberikan bantuan.
" Karena kami sebagian besar adalah petani. Dari sinilah kami cari uang makan dan biaya anak sekolah, kami hanya berharap pemerintah dapat membantu meringankan beban kami," harapnya.
Hingga saat ini , Para petani yang berasal dari Desa Nawokote ini mengungsi di SMP negeri 1 Wulanggitang.
Berpotensi Terdampak
Sebelumnya, semburan abu vulkanik erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur terus bergerak ke arah barat hingga ke Labuan Bajo, Manggarai Barat.
Kepala BMKG Stasiun Komodo, Maria Patricia Christin Seran mengatakan berdasarkan laporan SIGMET yang diterbitkan ruang udara, abu vulkanik Lewotobi terpantau telah melewati Ende, dan terus bergerak ke arah barat Pulau Flores.
"Ini berlaku mulai pukul 05.40 Wita hingga 11.30 Wita. Pergerakannya ke arah barat dengan kecepatan 10 knot (18 km/jam)," jelas Maria Seran, Rabu 3 Januari 2023.
Maria mengatakan, tidak menutup kemungkinan abu vulkanik tersebut sampai ke wilayah udara Labuan Bajo, Manggarai Barat, seperti yang terjadi pada Selasa 2 Januari kemarin.