Kuliner Khas Maumere
Menyantap Kasuami dan Bulu Babi, Kuliner Khas Pulau Pemana Sikka
Menikmati kasuami khas masyarakat Pulau Pemana selalu dilengkapi dengan ikan bakar selain ikan, menyantap kasuami bisa dengan daging bulu babi mentah.
Penulis: Cristin Adal | Editor: Cristin Adal
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/bulu-babi-pemana.jpg)
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE- Masyarakat Pulau Pemana memiliki cara unik menikmati kasuami, makanan yang terbuat dari singkong dan bulu babi mentah sebagai lauknya.
Kasuami dibuat menggunakan bahan dasar singkong baik yang mentah maupun kering. Pangan lokal ini khas Suku Buton, kelompok etnis yang berasal dari Sulawesi Tenggara yang mendiami Pulau Pemana, Kabupaten Sikka.
Masyarakat Pulau Pemana khususnya Suku Buton sangat lekat dengan kasuami. Mereka mengkonsumsi kasuami hampir setiap hari, sebagai sarapan maupun untuk makanan wajib saat acara.
Menikmati kasuami khas masyarakat Pulau Pemana selalu dilengkapi dengan ikan bakar maupun ikan kuah kuning. Selain dengan ikan, menyantap kasuami bisa gonad bulu babi atau disebut sebagai telur bulu babi yang masih mentah.
Baca juga: Kuliner Khas Flores, Cerita Jovan Jual Sate Cumi Bakar di PAP Maumere
Bulu babi yang digunakan masih segar dan tentunya aman untuk dikonsumsi. Bentuk bulu babi bulat dan di sekeliling cangkangnya dipenuhi duri tajam serupa duri landak. Bulu babi ini diambil langsung dari tepi pantai oleh masyarakat setempat.
Kondisi laut di Pulau Pemana dan Pulau Anano masih bersih membuat bulu babi ini berkembang dengan baik dan banyak. Masyarakat setempat sangat mudah menemukannya.
Cara mengolah bulu babi khas Pulau Pemana sangat sederhana. Mereka hanya membela bulu babi menjadi dua bagian menggunakan parang di atas sebuah wadah untuk menghindari duri-duri bulu babi menyentuh kulit tangan.
Kemudian, mengeluarkan kotoran bulu babi hingga bersih dan menyisahkan telurnya yang berwarna dan mudah hancur. Telur bulu babi ini hati-hati dikeluarkan karena muda hancur, lalu disantap bersamaan dengan kasuami.
Baca juga: Menikmati Kuliner Seafood di Cafe Tanjung Kolisia, Pantai Utara Flores NTT
Rasa gurih gonad atau telur bulu dan teksturnya lembut dengan aroma segar laut berpadu dengan kasuami yang hambar. Saat menyantap daging bulu babi ini harus dipastikan tidak ada sisa duri babi sehingga tidak menimbulkan rasa gatal di lidah.
Bulu babi menjadi lauk yang mudah dikonsumsi oleh nelayan Pemana, karena bisa dimakan mentah tanpa dimasak. Saat melaut kasuami dijadikan bekal yang tidak mudah rusak, sehingga bertahan lama.
Berita Tribunflores.com lainnya di Google News