Kuliner Khas Flores

Kuliner Khas Flores, Cerita Jovan Jual Sate Cumi Bakar di PAP Maumere

Cumi Kuliner Khas Flores. Jovan kini menJual Sate Cumi Bakar di PAP Maumere. Ia berhasil meraup ratusan ribu setiap malam. Nikmati Kuliner khas Flores

Editor: Gordy Donovan
TRIBUNFLORES.COM/KRISTIN ADAL
KULINER KHAS FLORES- Jovan Claudius dari booth container, ia menjajankan sate cumi bakar di Pasar Akhir Pekan, Monumen Tsunami Mamuere, Kabupaten Sikka, Jumat, 13 Agustus 2022 malam. Kuliner khas Flores ini sangat digemari warga. Banyak warga membeli sate cumi bakar Kuliner Khas Flores. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Kristin Adal

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE- Bermula dari melihat peluang di Pasar Akhir Pekan (PAP), Monumen Tsunami, Kota Maumere, Ibu Kota Kabupaten Sikka, Jovan melirik usaha sate cumi bakar, kuliner khas Flores.

Diprakarsai Pemerintah Kabupaten Sikka melalui Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM Sikka untuk menghidupkan kembali gairah ekonomi masyarakat pasca diterpa pandemi Covid-19.

Di pasar ini, telah hadir pelbagai macam produk yang ditawarkan pelaku usaha, mulai dari kuliner ikan bakar, nasi kuning, sate ayam, dan lainnya.

Terdapat pula pedagang pakaian yang membuka lapak persis di badan jalan setempat.

Baca juga: Jajaran Imigrasi dan Rutan Maumere Ziarah dan Tabur Bunga di TMP Ilegetang Maumere

 

Salah satu pelaku usaha yang sukses menyita perhatian TRIBUNFLORES.COM adalah kuliner sate cumi bakar milik Jovan Claudius (27). Jovan kini menjual kuliner khas Flores.

Pria murah senyum itu menawarkan sate cumi bakar miliknya di atas booth container warna biru berukuran 2 x 1 meter. Ia menjadi satu-satunya penjual sate cumi bakar di Pasar Akhir Pekan.

Jovan mengatakan, motivasinya membuka usaha di Pasar Akhir Pekan Monumen Tsunami karena banyak orang belum melirik kuliner sate cumi bakar.

Ia menuturkan, memasak memang hobinya sejak kecil hingga menginjak usia dewasa. Pemuda berdarah Adonara-Jawa ini alumnus salah satu universitas swasta di Surabaya.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Hari Ini Sabtu 13 Agustus 2022 di Pulau Flores

Saat masih menjadi mahasiswa, ia sering menjajal kuliner jalanan atau street food di Surabaya. Pengalamannya di Surabaya ini coba ia terapkan di PAP Monumen Tsunami Maumere.

"Saya coba jalan-jalan sekitar sini, dan memang banyak orang belum buka usaha seperti yang saya lakukan. Akhirnya saya berinisiatif buka duluan," katanya sambil tersenyum.

Ia menuturkan, memasak memang hobinya sejak kecil hingga menginjak usia dewasa. Pemuda berdarah Adonara-Jawa ini alumnus salah satu universitas swasta di Surabaya. Saat masih menjadi mahasiswa, ia sering menjajal kuliner jalanan atau street food di Surabaya.

Jovan sendiri masih bekerja pada salah satu cafe di Kota Maumere. Ia memanfaatkan waktu sore hari untuk menjajajankan sate cumi bakar di Pasar Akhir Pekan Monumen Tsunami. Di tempat jualan, Jovan dibantu adiknya yang ikut melayani pelanggan dengan ramah.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved