Berita Sikka
Produksi Ikan di Sikka Turun, Ini Penyebabnya
Produksi ikan Kabupaten Sikka tahun 2023 sebesar 23.970,48 ton, produksi ini menurun dari tahun tahun sebelumnya.
Penulis: Cristin Adal | Editor: Hilarius Ninu
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Talkshow-Flores-Bicara-bertajuk-Strategi-Pengembangan-Usaha-Perikanan.jpg)
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Kristin Adal
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE- Produksi ikan Kabupaten Sikka tahun 2023 sebesar 23.970,48 ton, produksi ini menurun dari tahun tahun sebelumnya.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sikka, Paul H.Bangkur saat ditemui di ruang kerjanya Senin, 15 Januari 2023 mengungkapkan, rendahnya produksi ikan tahun 2023 dipicu oleh perubahan iklim yakni perubahan cuaca yang tidak menentu.
"Tahun ini makin menurun produksi ikan di Sikka, karena perubahan cuaca tidak menentu membuat nelayan kesulitan untuk menentukan musim ikan dan hasil tangkapan ikut menurun,"kata Paul.
Menurunnya produksi ikan ini juga berdampak pada pengiriman ikan ke luar daerah. Tahun 2023 Kabupaten Sikka hanya bisa mengirim ke luar sebesar 1.029,83 ton dengan jenis ikan pelagis kecil dan pelagis besar.
Baca juga: Ekspor Produk Perikanan ke Malaysia dan Singapura, Simak Penjelasan Kepala Bea Cukai Labuan Bajo
Jumlah Nelayan
Sementara tahun 2023 Dinas Perikanan Kabupaten Sikka mencatat sebanyak 5.085 nelayan tersebar pada 16 kecamatan menggantungkan hidupnya dari sumber daya laut yakni perikanan.
"Hasil tangkapan nelayan masih bisa untuk menghidupi keluarganya, namun yang masih menjadi kendala utama nelayan kita adalah pengelolaan keuangan untuk membedakaan penerimaan pendapatan. Kita akan bantu pelatihan ke depannya,"ungkap Paul.
Nelayan nomor satu dan paling banyak di NTT ada di Kabupaten Sikka. Sebagian besar nelayan mampu mengandalakan teknologi saat melaut seperti penggunaa aplikasi untuk mengecek cuaca, tinggi gelombang hingga arah angin.
Pendampingan