Berita Malaka
UPT Pendapatan Daerah Malaka Catat 111 Kendaraan Dinas di Malaka Belum Bayar Pajak
Menurut Clara, per 31 Januari 2024 pihaknya sudah menyurati secara resmi kepada bupati Malaka supaya bisa menindaklanjuti.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/BERI-KETERANGAN-Kepala-UPT-Pendapatan-Daerah-Provinsi-Nusa-Tenggara-Timur.jpg)
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Nofry Laka
TRIBUNFLORES.COM, BETUN - Kepala UPT Pendapatan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur Wilayah Kabupaten Malaka, Clara M.F. Bano, SE menyampaikan bahwa sebanyak 111 kendaraan baik roda dua maupun roda empat milik salah satu dinas di wilayah tersebut belum membayar pajak kendaraan bermotor (PKB).
"Sebanyak 111 kendaraan dinas milik salah satu dinas yang belum membayar pajak kendaraan bermotor ini, kita sudah menyurati kepada bupati Malaka agar ditindaklanjuti," kata Kepala UPT Pendapatan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur Wilayah Kabupaten Malaka, Clara M.F. Bano, SE kepada POS-KUPANG.COM, Kamis1 Februari 2024.
Menurut Clara, per 31 Januari 2024 pihaknya sudah menyurati secara resmi kepada bupati Malaka supaya bisa menindaklanjuti.
Baca juga: Puluhan Hektar Lahan Jagung di Baumata Utara Terserang Hama
"Kita berharap agar bupati Malaka menginstruksikan kepada dinas terkait supaya segera membayar pajak kendaraan bermotor atau PKB di Kantor Samsat Malaka yang beralamat di Laran Wehali Kabupaten Malaka," ucapnya.
Dikatakan, sejauh ini pihaknya melakukan pola pendekatan kepada masyarakat untuk sadar bayar pajak yakni dari rumah ke rumah/dari kantor ke kantor.
"Taat pajak secara tidak langsung kita memberi kontribusi terhadap pemerintah daerah Kabupaten Malaka ini," tutupnya singkat. (nbs)
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News
| Puluhan Hektar Lahan Jagung di Baumata Utara Terserang Hama |
|
|---|
| KPU RI Tetapkan 5 Calon Anggota KPU Sikka Terpilih Periode 2024-2029 |
|
|---|
| BMKG Sebut Wilayah di NTT Ini Alami Kekeringan Ekstrem Selama 61 Hari |
|
|---|
| Terserang Virus ASF 74 Ekor Babi di Sikka Mati Mendadak, Desa Nita Terbanyak |
|
|---|
| Masih Status Siaga, Pengungsi Gunung Lewotobi Mulai Tinggalkan Posko Pengungsian |
|
|---|