Kasus Rabies di NTT
Kasus Gigitan Hewan Penular Rabies di TTS Tembus 3.206 Kasus, 15 Meninggal
Korban gigitan anjing (HPR) di kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) mencapai 3.206 orang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Ilustrasi-Anjing-Rabies-gigit.jpg)
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Adrianus Dini
TRIBUNFLORES.COM, SOE - Korban gigitan anjing (HPR) di kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) mencapai 3.206 orang.
Terkait tren kasus kematian korban akibat virus rabies yang terus bertambah, masyarakat diminta untuk mendukung pemerintah dalam upaya percepatan penanganan virus rabies di Kabupaten Timor Tengah Selatan.
Hal itu disampaikan Juru bicara Satgas penanganan virus rabies kabupaten Timor Tengah Selatan, Octas B. Tallo, ST, MT, kepada Pos Kupang, Kamis, 1 Februari 2024.
"Kita sementara berupa untuk mempercepat penanganan virus rabies dengan melaksanakan vaksinasi secara masif. Masyarakat perlu mendukung upaya pemerintah ini dengan mengandangkan HPR agar memudahkan petugas teknis saat hendak memberikan vaksin kepada HPR," ungkapnya.
Baca juga: Sudah 14 Warga TTS Meninggal Digigit Anjing Rabies
Dirinya menjelaskan, sebanyak 3.191 korban saat ini menjalani rawat jalan, 0 korban dirawat di Fasyankes kecamatan, 0 korban dirawat di RSUD Soe dan 15 korban gigitan anjing meninggal dunia.
"Sisa stok vaksin berdasarkan data terakhir, Var sebanyak 1.264 vial dan Sar 43 vial. Sementara vaksin rabies bagi HPR yang tersisa sebanyak 19.006 dosis," ujar pria yang disapa Adi ini.
Adi mengatakan, dari 3.206 korban gigitan anjing, diketahui 15 korban menunjukan gejala khas Rabies, 761 korban tidak menunjukan gejala khas rabies dan 2.431 korban lainnya tidak menunjukan atau belum ada gejala.
Adi merincikan, dari kasus tersebut terdata 2 korban bayi, 514 korban berusia balita, 1.126 korban berusia sekolah, 1.283 korban berusia produktif dan 281 korban lainnya terkategori lansia.
"Jumlah 3.206 kasus gigitan tersebut tersebar di 32 kecamatan dan 262 desa di kabupatenTTS," terangnya.
Dikatakan, hingga saat ini terdata sebanyak 3.354 orang telah divaksin. Dengan rincian, tenaga kesehatan sebanyak 106 orang; kesehatan hewan 61 orang; dan korban HPR sebanyak 3.187 orang.
Baca juga: 35 Warga NTT Meninggal Akibat Gigitan Anjing Rabies
Dirinya menerangkan, saat ini jumlah anjing yang telah divaksin sebanyak 37.465 ekor. Kucing yang telah divaksin sebanyak 3.409 ekor. Kera yang telah divaksin 20 ekor.
Dia mengatakan, pihaknya tidak jenuh menginformasikan dan mengedukasi masyarakat perihal pentingnya pencegahan penyebaran virus rabies.
"Sesuai dengan instruksi bupati, kita selalu mengingatkan masyarakat perihal pentingnya mengandangkan HPR. Masyarakat perlu saling menjaga dengan mengandangkan hewan penular rabies," tuturnya.
Adi mengatakan, tim teknis di lapangan terus berupaya untuk meminimalisir penyebaran virus rabies dengan mempercepat langkah vaksinasi HPR.
"Kalau ada korban gigitan HPR perlu segera dibawa ke Faskes untuk mendapatkan vaksin," pungkasnya. (din)
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News
| Polisi Ungkap Kronologi Kelompok Mahasiswa Sumba Bacok Warga hingga Sekarat di Lasiana Kota Kupang |
|
|---|
| Gedung Sekolah Ambruk, Siswa Pedalaman Sikka Belajar di Rumah Warga |
|
|---|
| Kadis Dukcapil Manggarai Timur Kecewa KPU Matim Rilis Data Lama |
|
|---|
| Tembus Pasar Ekspor, Produk UMKM Sepatu dari Bogor Raih Penghargaan Shopee Super Awards 2023 |
|
|---|