Renungan Katolik
Renungan Harian Katolik Jumat 9 Februari 2024, Efata
Mari simak Renungan Harian Katolik Jumat 9 Februari 2024.Tema renungan harian katolik yaitu Efata. Baca renungan katolik hari ini.
Penulis: Gordy Donovan | Editor: Gordy Donovan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Br-Pio-Hayon-SVD.jpg)
Tetapi makin dilarang-Nya mereka, makin luas mereka memberitakannya. Mereka takjub dan tercengang, dan berkata, “Ia menjadikan segala-galanya baik! Yang tuli dijadikan-Nya mendengar,
yang bisu dijadikan-Nya berbicara.”anya baik, yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata."
Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.
Renungan Katolik
Saudari/a yang terkasih dalam Kristus
Salam damai sejahtera untuk kita semua. Efata adalah berasal dari bahasa Aram yang biasa dipakai dalam bahasa percakapan pada jaman Yesus yang berarti sebuah perintah “Terbukalah”. Terbuka berarti sebelumnya tertutup atau terikat atau terbelenggu dan dilepaskan lalu menjadi bebas atau terbuka ikatannya. Inti dari kata Efata atau terbukalah itu adalah sebuah perintah untuk membuka sebuah ikatan yang sudah membelenggu seseorang atau sebuah benda. Dan ketika ikatan itu sudah dilepaskan atau terbuka maka ada pembebasan. Maka terbukalah di sini mengandung unsur pembebasan.
Saudari/a yang terkasih dalam Kristus
Pada hari ini kita sekali lagi disegarkan dengan suguhan rohani dari bacaan suci untuk kita renungkan dan refleksi bersama. Dalam bacaan pertama, tergambar dengan jelas akan rencana Allah untuk menghancurkan bangsa Israel dan Raja Salomon yang telah berpaling muka dari Allah. Bangsa Israel akan terbagi-bagi dalam dua belas suku. Di antara semua suku itu, ada dua suku yang diberikan kepada Daud sedangkan yang lainnya akan diberikan kepada para musuh. Semua ini Tuhan lakukan sebagai tanda kemurkaanNya kepada semua yang telah melanggar perintah dan kehendakNya.
Salomon yang telah jatuh dalam dosa dan berpaling kepada jalan lain serta melupakan menjadi alasan utama Allah menjatuhkan hukuman kepadanya dan kepada umat Israel. Salomon masuk dalam ikatan setan karen dia menyembah para dewa dan bukan kepada Tuhan. Dan kisah Injil hari ini, Yesus menyembuhkan seorang tulis dan bisu. Yesus membebaskan orang itu dari belenggu yang mengikatnya sampai dia bisa bicara dan mendengar. Yesus dalam menyembuhkan orang ini, Yesus melakukan dua tindakan. Tindakan pertama adalah dengan berkata: “Efata” yang artinya terbukalah. Dan tindakan berikutnya adalah Yesus memisahkan orang sakit itu dari orang banyak dan menyentuh telinga dan meraba lidah orang itu lalu berkata Efata dan dia menjadi sembuh. Ikatan itu terlepas dari mulut dan telinga orang itu.
Dia akhirnya bisa mendengar dan berbicara kembali. Kisah itu dimulai dengan orang-orang itu meembawa kepada Yesus seorang yang gagap dan tuli serta memohon agar bisa disembuhkan. Lalu yang dibuat oleh Yesus adalah “Maka Yesus memisahkan dia dari orang banyak itu sehingga mereka sendirian. Kemudian Ia memasukan jariNYa ke telinga orang itu, lalu meludah dan meraba lidah orang itu. Kemudian sambil menengadah ke langit Yesus menarik nafas dan berkata kepadanya: “Efata!” artinya “Terbukalah”. Dan orang itu bisa mendengar dan berbicara kembali, dia menjadi sembuh. Dalam terang injil ini, Yesus mau memberi kita pengajaran tentang selalu siap dan rela membebaskan diri dari ikatan-ikatan yang membelenggu kita.
Dan dalam perspektif ini, belenggu atau ikatan yang membuat kita tak mampu berbicara atau mendengar dengan baik itu bisa seperti uang, jabatan, pangkat serta kedudukan dan kekayaan. Tetapi juga bisa terjadi ada begitu banyak belenggu lain yang sudah seperti dewa-dewi yang kita sendiri secara sadar atau tidak kita sembah dengan kepenuhan diri kita. Hasil akhirnya adalah kita pilih jalan lain dan melupakan Tuhan dan ajaran serta kehendakNya. Kita berpaling muka terhadap Tuhan dan memilih berjalan pada jalan “dewa-dewi” yang kita sembah itu seperti Salomon. Kita masing-masing pasti juga mempunya sembahan kita sendiri-sendiri dan yang sudah membelenggu kita. Itu tak terbantahkan lagi maka pada kesempatan ini kita disadarkan kembali untuk mengenali terlebih dahulu apa saja yang telah membelenggu atau mengikat kita atau dewa-dewi apa saja yang sudah kita sembah kemudian datang kepada Yesus untuk membuka belenggu kita masing dan bukan mencari pembenaran dengan menunjukkan dosa dan belenggu atau ikatan dosa orang lain. Mari kita mulai dari diri kita sendiri.
Saudari/a yang terkasih dalam Kristus
Pesan untuk kita, pertama: semua kita adalah pengikut Kristus Tuhan kita lewat pembaptisan yang kita terima. Itu berarti kita telah masuk dalam anggota barisan umatNya. Kedua, ketika kita telah menjadi umatNya maka kita harus mengikuti jalan Tuhan. Namun tidak semua kita ikut jalan Tuhan karena ada yang juga ikut jalan ‘para dewa-dewi’ masing-masing. Ketiga, kita perlu mengenali dengan baik dewa-dewi apa saja yang telah membuat kita berpaling muka dari Allah barulah kita datang kepada Yesus untuk memohon dibebaskan.
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News