Jumat, 8 Mei 2026

Berita NTT

Petani di Kupang Gagal Tanam Akibat Curah Hujan Rendah, DPRD: Pemerintah

Hal itu juga sudah mereka sosialisasikan kepada masyarakat dan juga ikut terapkan dalam gerakan tanam pangan lokal.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Petani di Kupang Gagal Tanam Akibat Curah Hujan Rendah, DPRD: Pemerintah
POS-KUPANG.COM
LAHAN TANAMAN - Tanaman Milik petani di Kupang.Petani Kabupaten Kupang terutama di Kecamatan Kupang yang lahan sawahnya mencapai ribuan hektar tak dapat ditanami curah hujan yang belum cukup mengairi lahan pertanian. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Tapehen

TRIBUNFLORES.COM, OELAMASI- Petani Kabupaten Kupang terutama di Kecamatan Kupang yang lahan sawahnya mencapai ribuan hektar tak dapat ditanami curah hujan yang belum cukup mengairi lahan pertanian.

Anggota DPRD Kabupaten Kupang Mesak Nikodemus Mbura, Senin 12 Febaruari 2024 mengatakan meskipun saat ini hujan sudah turun namun intensitasnya belum cukup bagi petani dapat mengolah lahan pertanian mereka.

Sebagai penyambung lidah masyarakat dirinya juga mendapatkan pengaduan dari masyarakat agar bisa diteruskan ke Pemkab Kupang untuk memperhatikan mereka.

Baca juga: Pantai Koka di Pesisir Selatan Maumere Flores: Cek Harga Tiket, Rute Perjalanan dan Daya Tariknya

 

"Saya dapat menyampaikan kepada pemerintah Kabupaten Kupang bahwa sampai hari ini intensitas hujan sangat rendah menyebabkan banyak lahan persawahan tidak dapat ditanami karena itu saya mendesak Pemkab Kupang menyiapkan langkah langkah kongkret untuk mengatasi kesulitan masyarakat," tegasnya.

Dia menganjurkan agar Pemkab Kupang dapat mengatasi ketersediaan pangan untuk masyarakat dengan bantuan beras rawan pangan.

Mesak Mbura juga pemkab Kupang dalam hal ini Dinas Pertanian Kabupaten Kupang untuk mengarahkan petani untuk mengelola lahannya dengan tanaman alternatif sebagai cadangan pangan.

Menanggapi itu Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kupang Amin Juariah mengungkapkan melihat anomali iklim yang belum menentu seperti ini masyarakat harus beralih tanam dari menanam padi ke tanaman pangan lokal berupa jagung, kedelei, ubi atau singkong dan pisang serta tanaman hortikuktura lainnya.

Baca juga: Andreas Agas Bersyukur Mendagri Tunjuk Boni Hasudungan sebagai Penjabat Bupati Manggarai Timur

Hal itu juga sudah mereka sosialisasikan kepada masyarakat dan juga ikut terapkan dalam gerakan tanam pangan lokal.

"Gerakan tanam pangan lokal ini adalah upaya kita bersama dalam memaksimalkan pendapatan petani sekaligus juga memaksimalkan lahan yang ada. Ditengah ancaman perubahan iklim akibat fenomena el-nino, kita harus pahami anomali iklim, jika sulit air, kita harus beralih untuk tanam jagung, ubi atau singkong, pisang, kedelai, dan pangan lokal lain agar ekonomi petani masih tetap berjalan," jelasnya.

Dirinya berharap dengan gerakan tanam pangan lokal ini, kebutuhan konsumsi pangan lokal di kabupaten kupang bisa dimaksimalkan bahkan dapat memenuhi kebutuhan pangan lokal pada tingkat regional.(ary)

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Sumber: Pos Kupang
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved