Perdagangan Orang di Flores Timur
JPIC Bersama Gereja, Pemerintah dan Polisi Perangi TPPO di Flores Timur
Maraknya tindak pidana perdagangan orang (TPPO) atau human trafficking menjadi persoalan serius di Indonesia
Penulis: Paul Kabelen | Editor: Hilarius Ninu
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/TRIBUNFLORESCOMPAUL-KABELEN-Doa-untuk-korban-human-trakfficking.jpg)
"Mengapa sampai terjadi seperti ini? Karena faktor utama karena kita muka uang. Kita tidak bisa cari uang dengan cara yang halal, sehingga pakai cara seperti itu (trafficker)," pungkasnya.
Biarawati usia paruh baya itu kecewa karena hanya dua kepala desa yang hadir. Padahal isu TPPO adalah persoalan urgen. Apa lagi Flores Timur menjadi daerah penyumbang TPPO terbanyak kedua di NTT.
Suster Wil, sapaannya, mengatakan jika isu ini dianggap penting, maka kepala desa mestinya mengutus beberapa orang untuk hadir agar sepulangnya nanti bisa meneruskan pesan ke banyak orang.
"Tidak bisakah kirim 15 orang untuk hadir? Kalau peduli dengan isu ini," tuturnya.
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News