Breaking News
Kamis, 9 April 2026

Perdagangan Orang di Flores Timur

Wakapolres Flores Timur : Warga Diminta Kerjasama Perangi Perdagangan Orang

Wakapolres Flores Timur, Kompol Anak Agung Gede Ngurah Surya, mengajak semua unsur dan elemen masyarakat selalu bekerjasama dengan kepolisian.

Tayang:
Penulis: Paul Kabelen | Editor: Hilarius Ninu
zoom-inlihat foto Wakapolres Flores Timur : Warga Diminta Kerjasama Perangi Perdagangan Orang
TRIBUNFLORES.COM/PAULUS KABELEN
Doa untuk korban human trakfficking dari Pemda Flores Timur, Gereja, aparat penegak hukum, dan relawan di Biara SSpS Hokeng. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM,Paulus Kabelen

TRIBUNFLORES.COM, LARANTUKA-Wakapolres Flores Timur, Kompol Anak Agung Gede Ngurah Surya, mengajak semua unsur dan elemen masyarakat selalu bekerjasama dengan kepolisian.

Jika ditemukan perekrutan tidak jelas asal-usulnya, maka segera lapor ke aparat setempat agar dapat diselidiki.

Ia menerangkan, baru-baru ini dua oknum perekrut tenaga kerja ilegal dijatuhi hukuman penjara karena terbukti ikut melakukan TPPO. Keduanya adalah warga dari Titehena dan Tanjung Bunga.

Mantan Wakapolres Nagekeo ini menuturkan, faktor TPPO terjadi akibat masalah ekonomi, pendidikan, dan relasi keluarga yang tergolong rentan. Tak sedikit anak putus sekolah pergi merantau melalui jalur non prosedural alias ilegal.

 

 

Baca juga: JPIC Bersama Gereja, Pemerintah dan Polisi Perangi TPPO di Flores Timur

 

 

 

 

"Kalau ada hal seperti itu, mohon kasih informasi ke kami. Persoalan ini tidak ada ampun untuk kita proses hukum. Mohon dukungan suster, pastor, dan semua kita" ujarnya saat doa bersama di Biara SSpS Hokeng, Sabtu, 17 Februari 2024.

Pastor Paroki Maria Ratu Semesta Alam Hokeng, Maxi Seno, SVD, menggaris bawahi point yang disampaikan Wakapolres terkait relasi keluarga.

Dia menerangkan, perdagangan orang biasa terjadi karena relasi atau hubungan dalam keluarga yang sangat buruk. Ketika hal itu terjadi, anggota keluarga bisanya mencari informasi di tempat yang salah.

"Ketika dia berangkat, maka dia jadi korban. Lalu yang berikut tentang skill atau keterampilan. Saya seorang sarjana, tapi kalau tidak punya keterampilan, saya akan jadi korban, misalnya korban permainan orang," ucapnya.

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved