Berita Lembata
Nelayan Datangi Dinas Perikanan Kabupaten Menolak Investasi Mutiara.
Rencana investasi budidaya kerang mutiara di Teluk Lewoleba Kabupaten Lembata ditentang keras para nelayan dalam Aliansi Nelayan Teluk Lewoleba.
Penulis: Ricko Wawo | Editor: Egy Moa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/NELAYAN-LEWOLEBA.jpg)
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Ricko Wawo.
TRIBUNFLORES.COM, LEWOLEBA-Puluhan nelayan yang tergabung dalam Aliansi Nelayan Teluk Lewoleba, Senin 26 Febrruari 2024 mendatangi Kantor Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Lembata menyampaikan penolakan mereka terhadap rencana investasi mutiara di Teluk Lewoleba.
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan, Hadi Umar membuka forum terbuka mendengar aspirasi dan penolakan para nelayan tersebut. Hadi mengakui perusahaan mutiara hendak berinvestasi di Teluk Lewoleba, tidak melakukan sosialisasi secara baik.
Jika ingin berinvestasi, saran Hadi Umar, semestinya tahapan-tahapan itu dilewati pihak perusahaan. Salah satunya sosialisasi yang baik dan menyeluruh kepada masyarakat.
“Dinas berpihak pada nelayan tetapi tentu berpegang pada aturan. Tugas kami memfasilitasi. Tugas kami komunikasikan dengan pemerintah provinsi sehingga mereka berpikir kembali. Kira-kira seperti apa investasi di daerah kita. Kami tidak bisa eksekusi keputusan dalam pertemuan ini,” kata Hadi.
Baca juga: 5 Event Wisata di Flores dan Lembata NTT Masuk Karisma Event Nusantara 2024
Kewenangan investasi di wilayah laut memang ada di Pemerintah Provinsi NTT.
“Saya akan ke Kupang untuk komunikasikan ini, mudah mudahan bisa selesai. Saya minta pihak perusahaan untuk hentikan semua aktivitas apalagi seremoni adat untuk pembangunan,” tambahnya.
Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Lembata mau memfasilitasi pihak-pihak terkait termasuk para nelayan supaya masalah ini bisa tuntas. Dari para nelayan, Hadi kemudian mengetahui sosialisasi dan konsultasi publik dari perusahaan tidak melibatkan banyak pihak, baik para nelayan maupun warga yang ada di lima desa di wilayah Tanjung Ile Ape.
“Ini belum sempurna. Investor harus survei dulu dan dengar apa suara nelayan dan lain lain. Saya bisa ambil kesimpulan ada tahapan yang belum dilewati. Kami sudah panggil pihak perusahaan,” pungkasnya.
Baca juga: Kehadiran Hotel Palm Lewoleba Dorong Kemajuan Di Lembata
Sementara itu, pemerintah desa Kolipadan, forum nelayan tangkap dan masyarakat desa Kolipadan menyatakan dengan tegas kehadiran perusahaan mutiara di perairan neren (Teluk Lewoleba). Penolakan ini tertuang dalam berita acara tertanggal 9 Februari 2024. Pos Kupang menerima salinan berita acara tersebut pada Senin, 26 Februari 2024.
Sumarmo Hamid, Sekretaris Aliansi Nelayan Teluk Lewoleba, mengatakan salah satu dampak dari kehadiran perusahaan mutiara di Teluk Lewoleba adalah berkurangnya hasil tangkapan nelayan. Ini juga tentu akan berdampak langsung pada penjualan ikan untuk masyarakat di Kota Lewoleba.
Hamid menyebutkan kalau perusahaan mutiara beroperasi di teluk Lewoleba maka tentu saja warga Lewoleba juga pastinya akan kekurangan ikan yang bisa dikonsumsi.
Hamid mengatakan pihak perusahaan berencana membuka budidaya mutiara yang lokasinya 5 kilometer dari Pantai Nereng ke arah barat, lalu melebar ke teluk Lewoleba sejauh 2 kilometer.
Baca juga: Kehadiran Hotel Palm Lewoleba Dorong Kemajuan Di Lembata
“Kami merasa resah dengan rencana ini. Nasib kami nelayan mau dibawa ke mana. Berapa banyak nelayan yang harus dikorbankan. Pelaku nelayan yang beraktivitas di teluk Lewoleba itu sangat banyak. Kami nelayan saja sudah berebutan di teluk, apalagi tambah lagi dengan mutiara,” paparnya.
Masyarakat Lembata, menurutnya, juga berdampak karena kehadiran perusahaan mutiara bisa menurunkan jumlah konsumsi masyarakat. Para nelayan di teluk Lewoleba menolak dengan tegas kehadiran perusahaan budidaya mutiara karena berdampak langsung pada kehidupan nelayan dan masyarakat. *
Berita TRIBUNFLORES.COM lainnya di Google News
Teluk Lewoleba
Investasi mutiara di Teluk Lewoleba
Dinas Perikanan dan Kelautan Lembata
TribunFlores.com hari ini
| Budi Sun Resort, Destinasi Wisata Berburu Sunset dan Foto Instagramable di Maumere |
|
|---|
| Mobil Ketua Bawaslu Malaka Bergoyang saat Terjadi Gempa Bumi |
|
|---|
| Gempa Bumi, Pasien Lari Gendong Anak Keluar dari Puskemas Watubaing Kabupaten Sikka. |
|
|---|
| Budi Sun Resort Tawarkan Pemandangan Pantai & Taman, Cocok untuk Staycation |
|
|---|
| BREAKINGNEWS : Gempa Bumi Guncang Warga Kecamatan Wulanggitang Flores Timur Panik |
|
|---|