Sabtu, 11 April 2026

Khotbah dan Homili Katolik

Perbedaan Homili dan Khotbah dalam Gereja Katolik

Simak selengkapnya, Perbedaan Homili dan Khotbah dalam Gereja Katolik di bawah ini;

Tayang:
Penulis: Nofri Fuka | Editor: Nofri Fuka
zoom-inlihat foto Perbedaan Homili dan Khotbah dalam Gereja Katolik
TRIBUNFLORES.COM / HO-ESTIN TOBY
Perbedaan Homili dan Khotbah dalam Gereja Katolik. 

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Dalam Gereja Katolik ada khotbah dan homili yang biasa dibawakan oleh kaum klerus pada acara peribadatan.

Khotbah dan homili sejatinya memiliki perbedaan, banyak kalangan yang kadang sulit membedakan khotbah dan homili.

Khotbah dan homili biasanya dibawakan saat perayaan ekaristi atau ibadat tertentu.

Simak selengkapnya, Perbedaan Homili dan Khotbah dalam Gereja Katolik di bawah ini;

Baca juga: Bacaan Injil Katolik Senin 11 Maret 2024 Lengkap Renungan Harian Katolik

 

Homili

Homili bisa dibedakan secara jelas dari kotbah. Menurut istilahnya, homili berasal dari kata Yunani homilia, yang berarti: percakapan atau pembicaraan yang enak, akrab, saling memahami.

Dalam pengertian liturgis, homili memiliki arti yang jelas dan dibedakan dengan kotbah. Berbeda dengan kotbah, homili selalu merupakan penjelasan atas bacaan KS yang dibacakan dalam liturgi atau ibadat. Dengan demikian, sifat khas homili ialah mengupas/menguraikan dan menjelaskan isi KS sesuai dengan konteks hidup jemaat saat itu.

Dengan demikian pula, homili selalu ada dalam konteks liturgi atau ibadat.

Kesimpulannya, berbeda dengan khotbah, homili selalu bertemakan sesuai isi bacaan KS, bertolak dari KS dan dilaksanakan atau berlangsung dalam suatu perayaan liturgi atau ibadat.

Pewartaan sesudah Injil yang disampaikan oleh uskup atau imam dalam misa kudus adalah homili.

Jika ada frater, suster, bruder, prodiakon, atau pun katekis yang menyampaikan renungan sesudah pembacaan KS dalam rangka ibadat sabda atau ibadat lainnya, maka mereka menyampaikan homili.

Akan tetapi, bisa dikatakan juga bahwa jika suatu khotbah disampaikan dalam rangka perayaan liturgi atau ibadat, dan kotbah itu betul-betul mengulas isi Kitab Suci yang dibacakan, maka kotbah itu adalah suatu homili.

Jadi, khotbah bisa menjadi homili bila disampaikan dalam perayaan liturgi dan betul-betul bertolak dari isi Kitab Suci.

Tetapi, homili tidak bisa menjadi khotbah bila dilakukan di luar perayaan liturgi atau ibadat.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved