Minggu, 17 Mei 2026

Khotbah dan Homili Katolik

Perbedaan Homili dan Khotbah dalam Gereja Katolik

Simak selengkapnya, Perbedaan Homili dan Khotbah dalam Gereja Katolik di bawah ini;

Tayang:
Penulis: Nofri Fuka | Editor: Nofri Fuka
zoom-inlihat foto Perbedaan Homili dan Khotbah dalam Gereja Katolik
TRIBUNFLORES.COM / HO-ESTIN TOBY
Perbedaan Homili dan Khotbah dalam Gereja Katolik. 

Begitu di luar perayaan liturgi atau ibadat, pewartaan iman tersebut menjadi suatu kotbah.

Contoh sebuah homili yang sangat bagus ialah homili Yesus, yang bisa dibaca dalam Injil Luk 4:16-21: „Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya“ (Luk 4:21. Bdk. Yes 61).

Khotbah

Khotbah bisa diartikan sebagai suatu pidato yang berhubungan dengan keagamaan. Khotbah berasal dari kata Latin: praedicare - harafiahnya: berbicara di depan, (Jerman: predigen, Inggris: to preach, Belanda: preek, Jawa: prék), yang berarti: mewartakan, menunjukkan, atau memberitakan.

Secara liturgis, khotbah merupakan suatu pewartaan atau pemberitaan mengenai iman, yang temanya bisa menyangkut apa saja, dari soal KS, ajaran Gereja, ajaran moral.

Demikian pula, khotbah selalu bisa diberikan di mana saja, tidak hanya dalam konteks liturgi atau ibadat, tetapi bisa juga di dalam rapat, pertemuan, di jalan raya, di pasar, di aula, di terminal, dan lain-lain.

Dalam Kisah Para Rasul, kita mebaca para tokoh suci yang berkhotbah, misalnya khotbah Petrus kepada orang banyak sesudah peristiwa Pentekosta (Kis 2:14-36), khotbah Petrus di Serambi Salomo (Kis 3:12-26), di depan Mahkamah Agama (Kis 4:8-12), atau Paulus yang berkotbah di Athena (Kis 17:22-31).

Singkatnya, khotbah bisa dilakukan di mana saja, mengulas tema apa saja, dan bertolak dari sumber mana saja dan tidak harus dari Kitab Suci.

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved