Berita Nagekeo

Janda Enam Anak di Mbay Menahan Haru Terima Sembako di Bulan Puasa

Harga beras yang masih melambung mahal pada saat ini sangat menyulitkan bagi kebanyakan warga masyarakat memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

Penulis: Egy Moa | Editor: Egy Moa
TRIBUNFLORES.COM/EGINIUS MOA
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nagekeo, Kresentia Reo menyerahkan paket Sembako dalam Festival Ramadhan di Aula Kemenag Nagekeo, Jumat malam 22 Maret 2024. 

TRIBUkNFLORES.COM,MBAY-Tangan kiri Fitri Nenu (53) menutup matanya menggunakan jilbab agar kesedihan tak terlihat ketika ia menjadi orang pertama menerima Sembako dari Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Nagekeo, Krensentia Reo, di Aula Kemenag di Mbay, Pulau Flores,  Jumat malam, 22 Maret 2024.

Janda enam anak ditinggal mati suami beberapa tahun silam gunda gulana antara haru dan gembira. Perubahan sikap mendadak menimbulkan tanda tanya diantara perwakilan penerima paket Sembako maupun undangan menyaksikannya.

“Suami saya sudah meninggal. Saya kerja apa saja untuk  (hidupi) enam  anak saya,” kata Fritri Nenu usai menerima paket Sembako kepada TribunFlores.com.

Pada saat ini harga beras sangat mahal, diakui Fitri, bantuan sembako ini bisa mengurangi belanja keluarga. Semenjak kepergian suami, Fitri domisili di Mbay Dam melakoni pekerjaan apapun asalkan halal.

Baca juga: PMI Asal Mbay Nagekeo yang Disiksa Anak Majikan Sudah Berada di KBRI Riyadh, Arab Saudi

 

Penerima bantuan Sembako bersama pejabat Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nagekeo, Jumat malam 22 Maret 2024 di Aula Kemenag Nagekeo.
Penerima bantuan Sembako bersama pejabat Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nagekeo, Jumat malam 22 Maret 2024 di Aula Kemenag Nagekeo. (TRIBUNFLORES.COM/EGINIUS MOA)

Lain lagi Said Ali (75). Dibantu tongkat kayu menopang kakinya yang tak lagi kuat menahan beban tubuh, Said Ali diantar sanak keluarganya dari Mbay Dam ke Aula Kemenag Nagekeo menerima bantuan.

Mendapatkan paket Sembako meliputi beras, minyak goreng, gula pasir, ayah tiga anak ini menyampaikan terima kasih kepada Kemenag Nagakeo.

“Baru kali ini saya bisa datang ke sini terima bantuan. Terima kasih sudah bisa bantu kami yang sudah tua, tidak bisa kerja,” ujar Said Ali.

Ketua panitia, Abdurahman Karengga, S.Pd, menjelaskan penerima Sembako pada bulan puasa disurvei oleh penyuluh Agama Islam. Mereka mengirim calon penerima bantuan dari para fakir, janda dan yatim piatu. Ditargetkan 200 penerima paket bantuan tersebut.

Baca juga: Kecelakaan Maut di Riung Ngada, Korban Sempat Dilarikan ke Puskesmas dan Rujuk ke Mbay

Gelombang pertama 100 lebih paket diberikan kepada penerima di Kecamatan Aesesa. Bantuan gelombang kedua berkisar 100 paket lagi untuk penerima domisili di Maunori dan Mauponggo, pantai selatan Nagekeo.

Program ini merupakan kolaborasi Kemenag Nagekeo, Basnas dan Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Nagekeo dirangkai dalam Festival Ramadhan mengusung tema, Ramadhan Asyik Bersama Gusmen, Kolaborasi Sejuta Umat.

“Bantuan yang diberikan sangat sedikit, tapi kita harapan bisa meringan belanja rumah tangga mereka,” kata Rahman menjabat Kepala Seksi Pendidikana Islam dan Bimas Islam Kemenag Nagekeo, kepada TribunFlores.com dan Pos-Kupang.com, Jumat malam di Mbay.

Kepala Kementrian Agama Nagekeo,Krensentia Reo berharap bantuan Sembako bermanfaat dan mengeratkan silaturahmi sesama umat.

Baca juga: Penyuluh Agama Katolik Kemenag Nagekeo Didorong Manfaatkan Media Sosial

“Pesan moral puasa mendidik dan mengajak kita memiliki empati dan solidaritas dengan sesama,” kata Since, sapaan Kepala Kemenag Nagekeo sebelum penyerahan simbolis dan buka puasa.

Pada Sabtu pagi, panitia bersama kepala dan siswa madrasah mengunjungi rumah-rumah warga menyerahkan paket Sembako.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved