Sabtu, 18 April 2026

Prakiraan Cuaca

Cuaca Ekstrem Akibat Bibit Siklon Tropis 96S Landa NTT, Warga Diimbau Selalu Waspada

Terkait kondisi wilayah NTT berada pada masa peralihan dari periode musim hujan menuju periode musim kemarau (masa pancaroba).

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Cuaca Ekstrem Akibat Bibit Siklon Tropis 96S Landa NTT, Warga Diimbau Selalu Waspada
POS-KUPANG.COM/IRFAN HOI
CUACA EKSTREM- Tampak kabut akibat hujan lebat saat mengguyur wilayah Kota Kupang. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan adanya cuaca ekstrim di wilayah NTT yang meningkat menjadi Bibit Siklon Tropis 96S yang terus bergerak dari arah Selatan menuju Barat Daya dengan Potensi meningkat menjadi Siklon Tropis sejak tanggal 5-7 April 2024 mendatang. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Christin Malehere

TRIBUNFLORES.COM, WAINGAPU - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan adanya cuaca ekstrim di wilayah NTT yang meningkat menjadi Bibit Siklon Tropis 96S yang terus bergerak dari arah Selatan menuju Barat Daya dengan Potensi meningkat menjadi Siklon Tropis sejak tanggal 5-7 April 2024 mendatang.

Terkait kondisi wilayah NTT berada pada masa peralihan dari periode musim hujan menuju periode musim kemarau (masa pancaroba).

Kondisi Dinamika Atmosfer menunjukkan adanya aktifitas Gelombang Atmosfer yang melintasi wilayah NTT yakni Gelombang Equatorial Rossby dan Madden Julian Oscillation (MJO) Suhu Muka Laut diperairan NTT masih hangat serta didukung dengan kondisi Atmosfer yang labil dan lembab mulai dari lapisan bawah hingga atas mempengaruhi pembentukan awan – awan konvektif yang dapat menyebabkan Cuaca Ekstrim.

Terhadap cuaca ekstrim tersebut, BMKG mengimbau agar masyarakat perlu mewaspadai adanya potensi bencana Hidrometeorologi yang terjadi pada masa peralihan (masa pancaroba) seperti angin kencang berdurasi singkat, puting beliung, hujan secara sporadis dalam durasi singkat yang bersifat lokal, banjir, banjir bandang dan tanah longsor serta potensi dampak yang menyerupai sambaran petir, pohon tumbang dan baliho roboh.

Baca juga: 1 Pemuda Langgasai Elar Selatan Diciduk Warga saat Bongkar Kios dan Curi Motor di Rana Mbeling

Belum Ada Laporan

Terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Sumba Timur, Yonathan Marawali mengatakan terus memantau perkembangan cuaca lewat website BMKG terutama pergerakan Bibit Siklon 96S yang berpotensi adanya cuaca ekstrim.

Terkait dampak curah hujan sedang-tinggi yang melanda selama beberapa hari, hingga saat ini BPBD belum menerima laporan kerusakan dari kecamatan maupun desa-desa.

"Kami belum mendapatkan data kerusakan, sehingga kami sudah meminta kepada para camat, kepala desa/lurah agar segera menginformasikan kepada BPBD data kerusakan akibat cuaca ekstrim, khusus di dalam kota Waingapu, masalah genangan air di Prailiu, Padadita, dan Manubara," ungkap Yonathan.

Pihaknya mengimbau semua masyarakat Sumba Timur agar selalu waspada cuaca ekstrim terlebih saat aktivitas di luar rumah, sekaligus menjauhi lokasi yanh berpotensi rawan longsor. (zee)

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Sumber: Pos Kupang
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved