Berita Nagekeo
Angka Prevalensi Stunting Kabupaten Nagekeo Turun
Pada tahun 2018, prevalensi stunting daerah ini berada di angka 36,93 persen, hingga tahun 2023 tersisa 6,87 persen atau telah mengalami penurunan.
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Musrembang-RKPD-tahun-2025-Kabupaten-Nagekeo-di-Aula-Setda-Nagekeo.jpg)
TRIBUNFLORES. COM, NAGEKEO - Kabupaten Nagekeo Provinsi NTT telah menurunkan prevalensi stunting secara tajam dalam kurun waktu 5 tahun terakhir.
Pada tahun 2018, prevalensi stunting daerah ini berada di angka 36,93 persen, hingga tahun 2023 tersisa 6,87 persen atau telah mengalami penurunan cukup signifikan sebesar 30,06 persen.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Nagekeo, Kasimirus Dhoy saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kabupaten (Musrenbangkab) Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2025 di Aula Sekretariat Daerah Nagekeo, Jumat 19 April 2024.
Menurut Kasmir, persentase bayi gagal tumbuh di Nagekeo telah ditekan hingga di bawah angka rata-rata provinsi maupun nasional.
Baca juga: Dirjen Bimas Katolik Kemenag RI Wacana Bangun Lembaga Pendidikan Terpadu di Nagekeo
Ia juga menjelaskan stunting dapat menyebabkan generasi yang hilang (lost generation). Ini adalah kondisi di mana suatu bangsa memiliki sumber daya manusia yang tidak berkualitas, yang dapat menyebabkan kemunduran disegala bidang dan pada akhirnya dapat menghambat kemajuan sosial dan ekonomi.
Oleh karena itu, pencegahan dan penanganan stunting merupakan langkah cerdas dalam rangka memastikan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak dan bangsa secara keseluruhan.
Sementara itu , Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Bappelitbangda Provinsi NTT, Taurussanty Padang mengapresiasi pemda Nagekeo.
“Secara nasional, posisi presentase Stunting NTT Periode Agustus 2022 pada urutan ke 32 (17,7 persen) dari 34 Provinsi dan Periode Agustus 2023 adalah urutan ke 31 ( 15,2 persen) dari 38 provinsi, “papar dia.
Ia berharap prestasi itu harus tetap dipertahankan dan ditingkatkan lagi kedepannya.
Sementara itu Perencana Ahli Madya pada Bappelitbangda Provinsi NTT, Bonavantura Taco saat memandu acara Rembuk Stunting, meminta Pemerintah Kabupaten Nagekeo terus berkontribusi dalam trend positif penurunan stunting di Provinsi NTT dari tahun ke tahun, terutama dua tahun terakhir berturut-turut dari 17,7 persen ke 15,2 persen.
“Mudah-mudahan Nagekeo tidak pernah keluar dari posisi 5 besar, bersama Ende dan Ngada, “ucapnya.
Sementara itu Ketua Panitia Musrenbangkab RKPD Tahun 2025 dan Rembuk Stunting Tingkat Kabupaten Nagekeo Tahun 2024, Evodius Sirilus N. Bagur, S.Ap menyebutkan Tahun 2022 Nagekeo berhasil mencatat angka prevalensi paling rendah se-NTT, yakni sebesar 8,4 persen.
Selanjutnya pada tahun 2023 turun lagi ke angka 6,9 persen, namun tidak lagi berada di posisi puncak karena disalip tipis oleh Kabupaten Ende dengan angka 6,8 persen .
Kemudian berdasarkan penimbang terakhir di awal Tahun 2024, sedikit mengalami kenaikan namun masih tergolong yang terendah.
Baca juga: Bukit Wodowata, Destinasi Wisata Hidden Gem di Nagekeo NTT
Kata dia, meskipun secara nasional, capaian yang sudah ada jauh di bawah nasional di tahun 2024 sebesar 14 persen, namun Pemerintah Daerah Kabupaten Nagekeo melalui Kadis Kesehatan, drg. Renny Wahyuningsih, masih bertekad menekannya ke angka 6,0 persen pada penimbangan periode mendatang, meskipun diakuinya tidaklah mudah.
Berita Nagekeo
Angka Prevalensi Stunting
Stunting Kabupaten Nagekeo Turun
Prevalensi Stunting Kabupaten Nagekeo
Tribun Flores.com
| Dirjen Bimas Katolik Kemenag RI Wacana Bangun Lembaga Pendidikan Terpadu di Nagekeo |
|
|---|
| Angin Puting Beliung di Nagekeo, Petani Tertimpa Pondok Sedang Makan Siang |
|
|---|
| BREAKING NEWS : Angin Puting Beliung Terjang Nagekeo, 4 Warga Terluka |
|
|---|
| Pasutri Katolik Kemenag Nagekeo Menepi Sejenak Temukan Semangat Baru di Rumah Retret Boanio |
|
|---|
| Pilkada Nagekeo 2024, Golkar Rekomendasikan Marsianus Jawa, Kris Du'a Wea dan Marsel Ado Wawo |
|
|---|