Selasa, 21 April 2026

Kasus ASF di Sumba Barat

Virus ASF Landa Pulau Sumba, 1000 Ekor Babi di Sumba Barat Mati

Akibatnya sekitar 1000-an ternak babi milik masyarakat Sumba Barat mati. Serangan virus ASF tidak hanya melanda Sumba Barat tetapi seluruh Sumba.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Virus ASF Landa Pulau Sumba, 1000 Ekor Babi di Sumba Barat Mati
POS-KUPANG.COM/RYAN TAPEHEN
ILUSTRASI BABI - Ternak babi di dalam kandang sederhana miik warga.Virus ASF Landa Pulau Sumba, 1000 Ekor Babi di Sumba Barat Mati. 

Laporam Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter

TRIBUNFLORES.COM,TAMBOLAKA - Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sumba Barat, Ir Israi Meok mengatakan, penyakit virus babi atau virus african swine fever (ASF) secara luas telah menyerang ternak babi milik masyarakat Sumba Barat selama tiga tahum terakhir kini.

Akibatnya sekitar 1000-an ternak babi milik masyarakat Sumba Barat mati. Serangan virus ASF tidak hanya melanda Sumba Barat tetapi seluruh Sumba.

Kondisi serangan virus ASF mulai menurun sejak awal tahun 2024 hingga Maret 2024. Namun mulai April 2024 serangan virus ASF kembali terjadi. Bahkan sampai saat ini, seluruh wilayah Sumba Barat sudah terserang ASF.

Karena itu pemerintah menghimbau masyarakat selalu membersihkan kandang, menyemprot disinfektan, memisahkan babi sehat dengan babi sedang sakit dan mengkuburkan babi serta melarang membuang babi mati di alam bebas. Sebab hal itu sama dengan ikut memperluas serangan ASF.

Baca juga: 329 Ternak Babi di Manggarai Barat Mati Terpapar ASF

 

Demikian penjelasan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sumba Barat, Israel Meok yang dikonfirmasi POS-KUPANG.COM ke telepon selulernya, Sabtu 20 Maret 2024.

Menurutnya sampai saat ini belum ditemukan vaksin untuk menangani virus ASF. Karena itu, selain memberikam penyuluhan kepada masyarakat tentang beternak yang baik juga membagikan desinfektan secara gratis kepada peternak babi
Hal itu demi mencegah meuasnya serangan virus ASF lebih luas.

Langkah lainnya adalah pemerintah melarang masyarakat mendatangkan ternak babi dari luar termasul.produk ikutannya demi mencegah perluasan serangan ASF terhadap ternak babu milik masyaraktat.*

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Sumber: Pos Kupang
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved