Minggu, 3 Mei 2026

Berita Nagekeo

Belajar Setop Pernikahan Dini Ratusan Siswa di Nagekeo Diwisuda

Selama program Mapan ini dalam 3-4 bulan sekali ada pertemuan orang tua untuk melihat testimoni dan banyak perubahan yang terjadi ketika program Mapan

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Belajar Setop Pernikahan Dini Ratusan Siswa di Nagekeo Diwisuda
TRIBUNFLORES.COM / HO-IK NAGEKEO
WISUDA - Acara wisuda anak Plan di Desa Gero Dhere, Boawae Nagekeo, NTT, Sabtu 25 Mei 2024. 

TRIBUNFLORES.COM, MBAY - Pekikan suara terdengar menggetarkan semangat siang itu. Suara riuh terdengar seisi ruangan. Lima kelompok anak-anak tampak berada podium. Setiap kelompok memegang sebuah microphone.

Sebuah pertanyaan muncul dari lelaki dewasa di bawah podium. Ia langsung bertanya kepada anak-anak yang saat itu sedang santai di podium.

"Apa dampak dari perkawinan usia anak?"tanya lelaki yang bernama Arifin melalui pengeras suara.

"Dampaknya putus sekolah, KDRT, kematian ibu dan bayi, bayi premature,"Jawab seorang anak dari perwakilan Desa Gero Dhere.

Baca juga: Lembata Bebas BAB Sembarangan, Target Plan Indonesia dan Puskesmas Tahun 2024

 

"100 buat Gero Dhere," sebut Arifin memberi nilai benar sebagai tim juri dan dicatat Yustinus Weke pada papan skor pada acara cerdas cermat Youth Plan.

Acara cerdas cermat tersebut sebagai rangkaian kegiatan dalam acara wisuda Mapan ( memilih masa depan) yang digagas Yayasan Plan Internasional Indonesia buat 133 siswa dari tingkat SD hingga SMA di Desa Gero Dhere, Kabupaten Nagekeo, NTT, Sabtu 25 Mei 2024.

Sementara itu Zuniatmi, Manager Plan Indonesia Program Implementasi Area Nagekeo mengatakan acara wisuda ini sebagai wadah menumbuhkan kreatifitas dan kapasitas anak di 5 desa yakni desa Gero Dhere, Wolowea Timur, Rendu Tutubhada, Raja Timur dan Tengatiba.

Sebelum diwisuda, para siswa Mapan melakukan diskusi modul Mapan sebanyak 69 pertemuan dengan minimal 2 jam sejak september 2023 hingga awal mei 2024.

Dalam modul para siswa ini belajar mengenal diri, tumbuh kembang remaja, aspek biologis, pubertas, kesehatan reproduksi , bagaimana membangun keluarga, serta manajemen keuangan.

"Setiap desa ada fasilitator yang telah kami latih lalu fasilitator mendampingi anak-anak di masing-masing masing desa. Jadi tidak hanya ceramah dalam modul namun lebih banyak peran anak-anak. Para siswanya lebih proaktif. Tingkat kehadiran 80 persen yang bisa wisuda. Ada juga pratest dan post test dan materi seperti dalam modul seperti cerdas cermat. 55 kali pertemuan mereka tidak boleh absen, " ungkapnya.

Selain itu menurut Zuniatmi dalam Mapan, Plan berkolaborasi dengan desa dengan ada desa yang menggunakan dana desa. Dari 5 ada yang ada dalam wisuda ini ada satu desa yakni Tengatiba yang sudah menggunakan dana desa.

Zuniatmi menambahkan selama program Mapan ini dalam 3-4 bulan sekali ada pertemuan orang tua untuk melihat testimoni dan banyak perubahan yang terjadi ketika program Mapan berjalan di 5 desa ini.

"Dari pertemuan dengan orang tua ada perubahan perilaku. Remaja yang ikut jadi agen. Ada perubahan terutama percaya diri. Banyak remaja Mapan ikut kompetisi di event daerah sampai nasional. Seperti O2SN. Anak anak binaaan lebih percaya diri. Mereka juga memiliki posisi tawar dan punya kapasitas, " ungkapnya.

Baca juga: Gunung Ile Lewotolok Siaga, Yayasan Plan Indonesia Bagi Tas Siaga Bencana di Jontona dan Todanara

Anak Senang

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved