Rabu, 17 Juni 2026

Berita Lembata

239 Ternak Babi di Lembata Mati Sejak Mei 2024, Dua Sampel Babi Positif ASF

Sejak Mei 2024, 239 ternak babi di Lembata mati dan 2 postif virus African Swine Fever atau demam babi Afrika.

Tayang:
Penulis: Paul Kabelen | Editor: Cristin Adal
zoom-inlihat foto 239 Ternak Babi di Lembata Mati Sejak Mei 2024, Dua Sampel Babi Positif ASF
TRIBUNFLORES.COM/PAUL KABELEN
TERNAK- Ternak babi milik warga di Lamahora, Lembata, April 2024. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Paul Kabelen

TRIBUNFLORES.COM, LEWOLEBA- Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Lembata mencatat sejak Mei 2024 sebanyak 239 ternak babi mati dan dua postif virus African Swine Fever (ASF) atau demam babi Afrika.

Hasil ini diperoleh setelah sebelumnya mengirimkan sejumlah sampel berupa darah dan organ babi ke Laboratorium Veteriner Denpasar, Bali.

Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Lembata, Theresia Making menyebutkan, angka kematian babi di Lembata sudah cukup tinggi.

Kejadian ternak babi yang mati terbanyak ada di Kota Lewoleba, Kecamatan Nubatukan sekaligus Ibu Kota Kabupaten Lembata.

Baca juga: Pemda Lembata Dinilai Belum Bisa Edukasi Rabies, Karhutla dan ASF

 

 

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Lembata melarang masyarakat untuk tidak mengirim ternak babi antar wilayah ataupun mengedarkan daging babi secara bebas untuk mencegah penularan ASF.

"Larangan ini bukan hanya berlaku bagi ternak babi yang masih hidup tetapi juga produk olahan dengan bahan dasar daging babi," ujar Theresia.

Dia menjelaskan, pencegahan dilakukan dengan melarang lalu lintas pengiriman ternak babi antar kecamatan dan desa perlu dilakukan. Mengingat saat ini belum ditemukan vaksin yang bisa mengatasi ASF.

Selain itu Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Lembata terus melakukan edukasi dan sosialisasi. Salah satunya memanfaatkan mobil pengumuman dari Dinas Kominfo Kabupaten Lembata dengan berkeliling dari desa ke desa.

Baca juga: 4 Kelurahan di Lembata Zona Merah Rabies, Petugas Kesulitan Vaksin Anjing

Pemerintah daerah juga melarang warga memotong babi yang sudah sakit atau mati dan dagingnya dijual atau dibagi-bagikan.

"Ternak babi yang sudah mati sebaiknya dikubur secara mandiri," Petugas Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Lembata, Gregorius Dengakae.

Dia mengungkapkan pentingnya biosekuriti kandang dan disinfeksi milik warga yang beternak babi dan memperhatikan higienitas pakan ternak. Pastikan, kata dia, pakan ternak sehat dan bebas dari virus ASF.

Berita TribunFlores.Com lainnya di Google News

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:00 WIB
France
Prancis
3 - 1
Senegal
Senegal
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 05:00 WIB
Iraq
Irak
1 - 4
Norway
Norwegia
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 08:00 WIB
Argentina
Argentina
Live
Algeria
Aljazair
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 11:00 WIB
Austria
Austria
VS
Jordan
Yordania
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Berita Populer

Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved