Longsor di Ende
Longsor di Ende, Bunyi HP Korban Beri Petunjuk Satu Keluarga Meninggal dalam Kelambu
Lurah Rewarangga Selatan, Nani Hadijah, ditemui di rumah duka berharap pihak keluarga segera berkoordinasi dengan pemerintah untuk pemakaman.
Penulis: Albert Aquinaldo | Editor: Gordy Donovan
Anak kedua, Echa yang masih berusia 1,5 tahun pun terlihat masih berada diatas perut sang ibu. "Saat kami evakuasi, mereka ditemukan dalam satu kelambu dan sudah meninggal dunia. Anaknya yang kecil masih berada diatas perut mamanya," ungkap Yohanes.
Saksi lain mengungkapkan, dalam proses evakuasi dan pencarian korban, mereka mendengar bunyi music diantara timbunan tanah longsor itu. Mereka kemudian menggali tanah itu dan bunyi musik tersebut menjadi petunjuk warga menemukan keempat korban longsor itu.
"Saat ada yang gali tadi dengar bunyi musik dari HP," ujar salah satu saksi di lokasi kejadian.
Keempat korban kemudian dibawa ke RSUD Ende guna pemeriksaan dan penanganan lanjutan. Yohanes menambahkan, keluarga Bernadus baru dua tahun menempati rumah tersebut dan menumpang di lahan milik keluarga Bernadus. Bernadus sehari-hari bekerja sebagai buruh bangunan, sedangkan sang istri berjualan sayur keliling. Anak yang pertama Vika belum bersekolah.
Camat Ende Timur, Fidelis Bofa mengatakan, pihaknya bersama Bhabinkamtibmas Kelurahan Rewarangga Selatan dan Lurah Rewarangga Selatan sudah meneruskan imbauan BPBD ke warga setempat untuk mengungsi. Warga yang tinggal di sekitar lokasi longsor untuk segera evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman.
"Kami bersama Bhabinkamtibmas sudah menghimbau kepada warga agar mereka pindah dari lokasi itu untuk sementara ke rumah-rumah tetangga atau ke tempat yang lebih aman karena rumah yang sebelah atas itu sudah tergantung," ujar Fidelis Bofu.
Baca juga: Polisi Beberkan Kronologi Pria di Mauponggo Ditemukan Tewas saat Pergi Iris Moke
Dimakamkan Hari Ini
Lurah Rewarangga Selatan, Nani Hadijah, ditemui di rumah duka berharap pihak keluarga segera berkoordinasi dengan pemerintah untuk pemakaman.
"Kalau bisa keluarga berembuk dan hasil secepatnya disampaikan kepada kami supaya bisa segera diurus pemakamannya. Kasihan empat peti jenazah ini masih harus berada di luar sampai besok," kata Nani.
Hasil rembukan keluarga, memutuskan bahwa Bernadus sekeluarga akan dimakamkan hari ini, Sabtu (8/6), di Pekuburan Katolik Mautapaga, rumah duka berada di Woloweku, Kelurahan Rewarangga Selatan.
Nani menjelaskan, Bernadus yang berasal dari Dusun Mondo, Desa Ngaluroga, Kecamatan Ndona Timur sedangkan Hendrika Oka berasal dari Desa Wololele A, Kecamatan Lio Timur. Keduanya berstatus belum menikah secara administratif.
Longsor di Wolotopo Timur
Pada hari yang sama, terjadi juga longsor di Desa Wolotopo Timur, Kecamatan Ndona, Jumat (7/6). Longsor ini terjadi setelah hujan dengan intensitas sedang mengguyur wilayah itu sejak Kamis (6/6) malam hingga Jumat (7/6) pagi. Saat ini, cuaca di wilayah Kabupaten Ende masih mendung dan diperkirakan akan kembali turun hujan.
Longsor di Wolotopo Timur, terjadi di bekas longsoran beberapa waktu lalu. Saat terjadi longsor beberapa tahun lalu itu, ada juga korban jiwa.
Warga Segera Mengungsi
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.