Longsor di Ende
Longsor di Ende, Bunyi HP Korban Beri Petunjuk Satu Keluarga Meninggal dalam Kelambu
Lurah Rewarangga Selatan, Nani Hadijah, ditemui di rumah duka berharap pihak keluarga segera berkoordinasi dengan pemerintah untuk pemakaman.
Penulis: Albert Aquinaldo | Editor: Gordy Donovan
SEKRETARIS Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ende, Yulius Emanuel, membenarkan terjadinya longsor di dua wilayah di Ende. Longsor pertama di Kelurahan Rewarangga Selatan, Kecamatan Ende Timur, yang merenggut empat nyawa. Longsor kedua terjadi di Desa Wolotopo Timur, pada hari yang sama, Jumat (7/6).
Yulius mengatakan, longsor di Wolotopo Timur itu terjadi di lokasi yang sama saat terjadi longsor beberapa waktu lalu. Meski tidak ada korban jiwa di Wolotopo Timur, namun Yulius menyebut kondisi terkini Wolotopo Timur pasca longsor kedua, sangat rawan. Dikhawatirkan bakal terjadi longsor susulan, mengingat hujan diperkirakan masih terus terjadi. "Tidak ada korban jiwa tetapi beberapa rumah di lokasi bekas longsoran itu terancam roboh,” katanya
Yulius sudah berkoordinasi dengan Camat Ndona untuk mengevakuasi warga yang berada di sekitar lokasi longsor untuk ke tempat yang lebih aman. Hal ini dilakukan guna menghindari kemungkinan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
"Warga yang tinggal di lereng bukit harus tetap waspada karena curah hujan masih tinggi sehingga kemungkinan longsor masih terjadi. Kalau cuaca tidak mendukung dan hujan deras maka sementara mengungsi dulu ke tempat yang lebih aman," imbau Yulius Emanuel.
Hal senada juga diimbau kepada warga di Kelurahan Rewarangga Selatan, Kecamatan Ende Timur, untuk segera menjauh dari lokasi longsor. Menurut Yulius, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Camat Ende Timur dan Lurah Rewarangga Selatan agar warga disana segera mengungsi ke tempat yang lebih aman untuk sementara waktu.
"Kalau hujan sebaiknya mengungsi dulu jangan bertahan di rumah," Yulius Emanuel.
Yulius kembali menghimbau agar seluruh masyarakat, khususnya di daerah rawan longsor, untuk selalu waspada. Berhati-hati saat beraktifitas karena bisa saja terjadi longsor susulan. “Aparat pemerintah disana, baik RT, RW, lurah hingga camat diminta memantau wilayahnya masing-masing dan segera mengambil tindakan yang diperlukan,” kata Yulius.
Baca juga: 7 Titik Longsor di Ruas Jalan Trans Flores Maumere-Ende, Paling Parah di KM 69
PTOP
4 Bencana di Ende 2 Bulan Terakhir :
1.Tembok Penyokong Bangunan Roboh
Kejadian : 4 Mei 2024 pukul 20.00 Wita
Lokasi : Kelurahan Mautapaga
Korban :
Mariana Natalia Jole (17)
Maria Anita Dete (19)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.