Breaking News

Taman Nasional Komodo

Taman Nasional Komodo Rencana Ditutup Reguler, Kurangi Dampak Negatif Aktivitas Wisata Bagi Komodo

Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) berencana menutup Taman Nasional (TN) Komodo Labuan Bajo, NTT, secara reguler pada hari-hari tertentu.

Penulis: Berto Kalu | Editor: Cristin Adal
TRIBUN-FLORES.COM/BERTO KALU
DESTINASI- Loh Buaya di Pulau Rinca, Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.  

Laporan Reporter TRIBUN-FLORES.COM, Berto Kalu

TRIBUN-FLORES.COM, LABUAN BAJO - Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) sebagai pengelola kawasan berencana menutup Taman Nasional (TN) Komodo Labuan Bajo, NTT, secara reguler pada hari-hari tertentu.

Rencana penutupan ttu bertujuan untuk mengurangi dampak negatif kegiatan wisata bagi 'rumah' komodo, kadal terbesar dan endemik di dunia ini.

"Sehingga kawasan bisa diberikan waktu untuk istirahat juga karena bebannya sudah terlalu besar, ini masih dalam konsep. Semoga kajian bisa dilakukan tahun ini sehingga bisa diterapkan tahun depan," jelas Kepala BTNK Hendrikus Rani Siga, Senin 15 Juli 2024.

Hendrikus mengungkapkan, rencana penerapan kebijakan ini perlu dilakukan kajian ilmiah yang matang sehingga tak menimbulkan dampak negatif terhadap kawasan dan industri pariwisata Labuan Bajo.

 

Baca juga: Cari Madu di Pulau Rinca, Romansyah Digigit Komodo Dijahit 100 Lebih

 

Pasalnya TN Komodo merupakan salah satu permata mahkota Labuan Bajo dalam bidang pariwisata yang setiap tahun menarik ratusan ribu pengunjung dari berbagai belahan dunia. Wisatawan yang datang ke destinasi pariwisata super prioritas (DPSP) itu selalu terkonsentrasi di sana.

Penutupan secara reguler itu juga diharapkan mampu meningkatkan jumlah kunjungan ke spot wisata daratan.

"Sehingga semua tidak terkonsentrasi di taman nasional. Misalkan kita tutup satu hari saja, mereka (wisatawan) bisa melakukan kegiatan wisata di Labuan Bajo sehingga secara langsung meningkatkan lama tinggal wisatawan. Sehingga kawasan bisa recovery, selama ini TNK selalu jadi utama," ungkapnya.

Lebih lanjut, wisatawan yang datang ke TN Komodo selama ini sulit dikontrol, belum ada pembatasan jumlah kunjungan turis di kawasan tersebut.

 

Baca juga: 13 Telur Komodo Menetas di Pulau Rinca Labuan Bajo

 

Karena itu tahun ini BTNK menggandeng lembaga pendidikan tinggi dan Badan Pelaksana Otoritas Labuan Bajo Flores (BPOLBF) untuk melakukan kajian daya tampung dan daya dukung kawasan, sehingga jumlah turis yang berkunjung bisa dikontrol.

Sebelumnya Pemerintah Pusat pernah melakukan kajian serupa, dari kajian itu disebutkan bahwa jumlah wisatawan yang berkunjung ke TN Komodo dibatasi maksimal 219.000 ribu orang per tahun. Alasannya ada perubahan perilaku komodo dan kondisi lingkungan karena jumlah pengunjung yang sudah berlebih.

Halaman
12
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved