Stunting di Manggarai Barat

Dirjen Kominfo Mengaku Heran Stunting Manggarai Barat Tinggi

Padahal daerah tersebut memiliki kaya akan potensi sumber daya laut dan hasil pertanian yang mengandung protein tinggi

|
Penulis: Berto Kalu | Editor: Hilarius Ninu
TRIBUNFLORES.COM/BERTO KALU
Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Usman Kodang, ditemui di Labuan Bajo. Selasa 30 Juli 2024. 

Laporan Reporter TRIBUN-FLORES.COM, Berto Kalu


TRIBUN-FLORES.COM, LABUAN BAJO - Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Usman Kodang, mengaku heran angka prevalensi tengkes atau stunting di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) masih tinggi. 


Padahal daerah tersebut memiliki kaya akan potensi sumber daya laut dan hasil pertanian yang mengandung protein tinggi untuk membantu mencegah stunting.


"Sebagai lokasi wisata saya kira persoalan gizi itu tidak menjadi soal, ikan melimpah di sini, sumber protein. Ada kelor juga, beras atau karbohidrat juga melimpah," kata Usman usai acara sosialisasi pencegahan stunting yang diselenggarakan Kominfo di Labuan Bajo, Selasa 30 Juli 2024.


Dengan begitu menurut Usman, persoalan stunting di Manggarai Barat bukan menjadi hal yang sulit untuk diatasi. Pihaknya menduga ada cara berpikir yang salah sehingga masalah stunting masih membelenggu masyarakat.

 

 

Baca juga: Stunting di NTT Tertinggi Kedua se-Indonesia Setelah Papua Barat

 

 

 

 

"Ada cara berfikir yang perlu kita intervensi, edukasi, sosialisasikan bahwa misalnya ada yang berpendapat bahwa untuk dapatkan protein yang bagus harus melalui daging sapi yang mahal harganya. Padahal protein itu bisa kita dapatkan dengan ikan lele yang murah atau telur," jelasnya. 


Meski demikian, ia mengapresiasi upaya Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat melalui berbagai program untuk menurunkan angka stunting hingga dibawa target nasional 18 persen. 


Adapun berdasarkan hasil timbang bulan Juni 2024, angka prevalensi stunting di Manggarai Barat 11,8 persen, turun jika dibandingkan dengan tahun 2022 sebesar 15,9 persen. Namun secara rasio ada peningkatan dalam 5 bulan terakhir dari 8,6 persen berdasarkan hasil timbang Februari 2024 ke 11,8 persen di Juni 2024.


"Labuan Bajo ini sebagai destinasi pariwisata super prioritas kita akan menerima banyak turis asing, jangan sampai turis asing dihadapkan dengan bertemu dengan anak-anak yang masih menderita stunting, misalnya seperti itu," ungkapnya. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved