Kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia

Paus Fransiskus Berdoa di Basilika Santa Maria Maggiore Jelang Perjalanan ke Indonesia

Paus Fransiskus berdoa di depan ikon Maria, Basilika Santa Maria Maggiore menjelang perjalanan kerasulannya ke Asia-Pasifik

|
Penulis: Cristin Adal | Editor: Cristin Adal
TRIBUNFLORES.COM/IST-VATIKAN NEWS
VATIKAN- Paus Fransiskus berdoa di depan ikon Perawan Maria, Salus Populi Romani, Minggu, 1 September 2024. 

TRIBUNFLORES.COM, VATIKAN- Menjelang perjalanan kerasulan atau apostoliknya yang ke-45, Paus Fransiskus mengunjungi Basilika Santa Maria Maggiore di Roma pada Minggu, 1 September 2024.

Dilansir dari Vatikan News, Paus Fransiskus berdoa di depan ikon Maria, Salus Populi Romani, mempercayakan perjalanan kerasulannya yang akan datang dalam penjagaan Maria.

Sri Paus mempercayakan perjalanan kerasulannya yang akan datang ke Indonesia, Papua Nugini, Timor Leste, dan Singapura.

Setelah berdoa di Basilika, ia kembali ke Vatikan. Takhta Suci telah mengumumkan bahwa ini akan menjadi perjalanan terpanjang dalam masa kepausannya, yang berlangsung dari tanggal 2-13 September.

 

Baca juga: Paus Fransiskus Pimpin Misa Kudus di GBK 5 September, 80 Ribu Umat Katolik Akan Hadir

 

 

Pemimpin tertinggi Gereja Katolik dunia ini akan berangkat dari Roma, Senin, 2 September 2024 dan tiba di Jakarta, Indonesia, Selasa, 3 September 2024.

Dalam berita TribunFlores.com lainnya, Paus Fransiskus akan memulai kunjungan Apostoliknya yang terpanjang dan paling berat, melakukan perjalanan ke Asia dan Oseania.

Pada usia hampir 88 tahun, Paus Fransiskus akan melakukan perjalanan terpanjang dan paling melelahkan dalam masa kepausannya.

Perjalanan Kerasulan Paus Fransiskus pada September 2024 mendatang menjadi bulan yang sibuk. Paus Fransiskus mengunjungi empat negara dalam kurun waktu dua minggu.

 

Baca juga: Kehadiran Paus Fransiskus di Indonesia Teguhkan Relasi Diplomatik dan Perkembangan Gereja Katolik

 

Ini menjadi perjalanan Apostolik Paus Fransiskus ke-45. Negara pertama yang Sri Paus kunjungi Indonesia kemudian Papua Nugini, Timor Leste, dan terakhir Singapura.

Dilansir dari Vatikan News, Kardinal Luis Antonio Gokim Tagle, menjelaskan alasan mengapa perjalanan penerus Petrus di antara Gereja-gereja “kawanan kecil” ini penting bagi Gereja universal, dengan mengatakan bahwa hal itu dapat mempengaruhi semua orang yang peduli akan perdamaian di dunia.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved