Konflik Lahan di Adonara

BREAKING NEWS: Kepala Desa dan 14 Warga Jadi Tersangka Konflik Batas Tanah di Adonara

Dua Kepala Desa (Kades) di Kecamatan Adonara Barat, Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur ditetapkan menjadi tersangka dalam konflik berdarah gegara t

Penulis: Paul Kabelen | Editor: Ricko Wawo
TRIBUNFLORES.COM/PAUL KABELEN
Kapolres Flores Timur, AKBP I Nyoman Putra Sandita (kiri) saat diwawancara bersama Karo Ops Polda NTT, Kombes Pol Deonijiu De Fatima, Rabu, 23 Oktober 2024. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Paul Kabelen

TRIBUNFLORES.COM, LARANTUKA-Dua Kepala Desa (Kades) di Kecamatan Adonara Barat, Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur ditetapkan menjadi tersangka dalam konflik berdarah gegara tapal batas tanah pada, Rabu, 23 Oktober 2024 siang.

Keduanya adalah Kades Ilepati, Mikhael Sedu dan Kades Kimakamak, Dominikus Ola Sanga. Selain itu, 14 warga juga ditetapkan tersangka dalam penyerangan massa dari Desa Ilepati ke Desa Bugalima itu.

Kapolres Flores Timur, AKBP I Nyoman Putra Sandita, mengatakan, penyidik akan kembali melakukan pengembangan guna mengungkap pelaku lain atas kasus yang menghanguskan 51 rumah, 2 korban jiwa, dan 4 orang luka.

"Benar. Tadi penyidik melaporkan kepada saya bahwa yang bersangkutan sudah ditetapkan menjadi tersangka," kata I Nyoman saat apel pengecekan pasukan yang dipimpin Karo Ops Polda NTT, Kombes Pol. Deonijiu De Fatima.

Baca juga: Bacaan Injil Katolik Kamis 24 Oktober 2024 Lengkap Renungan Harian Katolik

 

 

Dengan status sebagai tersangka, dua kades bersama 14 warga langsung ditahan di Polres Flores Timur guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Pantauan wartawan di Desa Bugalima yang menjadi tempat bentrok massa, sudah tiba 95 personel tambahan dari Polda NTT, dipimpin Karo Ops, Kombes Pol Deonijiu De Fatima.

Pengamanan konflik juga melibatkan personel Polres Flores Timur, Kodim 1624 Flores Timur, Polsek Adonara Barat, Polsek Adonara Timur, dan Polsek Adonara.

Suasana di Desa Bugalima sepi lantaran 52 KK dengan jumlah 177 jiwa telah mengungsi ke Desa Wureh, tetangganya Bugalima.

Aktivitas belajar mengajar di sekolah-sekolah dihentikan sementara lantaran masih dalam suasana konflik. Pelajar SD di Desa Wureh diberi trauma healing oleh para polwan Polres Flores Timur.

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved