Berita Ngada
Peserta Pelatihan Pengrajin Bambu di Ngada Raup Penghasilan Puluhan Juta
Peserta pelatihan Pengrajin Bambu di Kabupaten Ngada meraup penghasilan puluhan juta rupiah dari hasil penjualan prodak yang mereka hasilkan. Hal ini
Penulis: Charles Abar | Editor: Ricko Wawo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/bambu-di-ngada.jpg)
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM,Charles Abar
TRIBUNFLORES.COM, BAJAWA-Peserta pelatihan Pengrajin Bambu di Kabupaten Ngada meraup penghasilan puluhan juta rupiah dari hasil penjualan prodak yang mereka hasilkan. Hal ini membuktikan minat terhadap prodak olahan bambu cukup tinggi di tengah masyarakat.
Dalam pelatihan ini peserta dibagi dalam beberapa kelompok, seperti meubeler, anyaman dan kerajinan. Pelatihan ini melibatkan 63 peserta terdiri dari anak muda, orang tua dan Ibu-ibu.
Pelatihan dilaksanakan di Sentra IKM Bambo Mataloko, Kecamatan Golewa, sejak Mei 2024 lalu.
Adapun taget dari pelatihan ini peserta selain memiliki keahlian, diharapkan juga memahami manajemen bambu.
Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Ngada Yohanes Rodja, mengatakan pihaknya terus berupaya agar prodak-prodak yang dihasilkan bisa masuk E-Katalog Kementerian.
“Dari produk itu bagamana kita berupaya supaya masuk TKDN (tingkat komponen dalam negeri), Fasilitas TKDN itu agar supaya barang-barang mereka itu bisa masuk E-Katalog yaitu penjualan online lewat pemerintah,” terang Kadis Yohanes saat temu di Ruang kerjanya, Rabu 23 Oktober 2024.
Kendati terus berupaya melakukan penjualan melalui pemerintah lewat E-Katalog, prodak-prodak yang hasilkan terus dibanjiri pesanan dari masyarakat. Hal ini yang mendorong prodak ini juga terus dipasarkan secara manual.
Lanjut Kadis Yohanes, hasil penjualan sejak bulan Mei hingga Oktober 2024, total pendapatan mencapai Rp.56.000.000 rupiah. Mayoritas pembeli melakukan pemesanan langsung ke di balai pelatihan.
“Hasil pelatihan mulai dari Bulan Mei hingga hari ini berhasil meraup pemasukan Rp.56.000.000. Jumlah ini hasil dari penjualan manual, mereka melakukan pemesanan langsung, belum termasuk di E-Katalog,” kata Kadis Yohanes.
Dengan demikian, keahlian yang peroleh peserta dalam pelatihan ini diharapkan bisa melanjutkan di tempat mereka masing-masing.
Pihaknya juga dalam hal ini, Dinas Perdagangan Kabupaten Ngada akan terus melakukan berbagai upaya untuk memasarkan prodak melalui brosur yang sudah beredar di hotel maupun restoran.
“Tugas kami supaya ini tetap dilaksanakan sehingga ada keberlanjutan, dan konsisten menjalankan. Monitoring dan pengawasan terus dijalankan” pungkasnya.
Adapun beberapa prodak yang dihasilkan, seperti meja , kursi, gazebo, Tumbler, gelas, sendok, tempat tisu, bolpoin, asbak, tempat tidur, kap lampu, tirai, tas anyaman dan masih banyak prodak-prodak lainya.
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News
| Tingkatkan Literasi, SMAN 3 Borong Gelar Aneka Lomba Pada Momen Bulan Bahasa |
|
|---|
| Anak-anak di Adonara Flotim Alami Trauma Pasca Konflik |
|
|---|
| Profil Dewi Leba, Moderator Debat Terbuka Antar Paslon Bupati dan Wakil Bupati Sikka 2024 |
|
|---|
| Ratusan Warga Bugalima Mengungsi Pasca Konflik Tanah Adonara, Tempati Rumah Warga dan Kapela |
|
|---|
| Dicecar Pj Gubernur, Sekda Flotim Bungkam Soal Akar Masalah Konflik Lahan |
|
|---|