Sabtu, 2 Mei 2026

Tanah Bergerak di Manggarai Timur

Tanah Bergerak di Elar Selatan Manggarai Timur, Rumah Warga Retak dan Lahan Perkebunan Terancam

Tanah bergerak terjadi di Kampung Samesi, Desa Sangan Kalo, Kecamatan Elar Selatan, Kabupaten Manggarai Timur mengancam permukiman warga.

Tayang:
Penulis: Robert Ropo | Editor: Cristin Adal
zoom-inlihat foto Tanah Bergerak di Elar Selatan Manggarai Timur,  Rumah Warga Retak dan Lahan Perkebunan Terancam
TRIBUNFLORES.COM/HO-CAMAT ELAR SELATAN
TANAH BERGERAK- Camat Elar Selatan Herman Agas saat menunjukan kondsi rumah yang retak karena gerakan tanah di Kampung Samesi, Dusun Dopak, Desa Sangan Kalo, Kecamatan Elar Selatan, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, Rabu (29/1/2025). 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Robert Ropo

TRIBUNFLORES.COM, BORONG- Tanah bergerak terjadi di Kampung Samesi, Dusun Dopak, Desa Sangan Kalo, Kecamatan Elar Selatan, Kabupaten Manggarai Timur pada Selasa, 28 Januari 2025 kemarin. 

Tanah bergerak itu menyebabkan tembok rumah warga retak. Sebagian mengalami retak cukup besar dan ada rumah yang sudah rubuh

Camat Elar Selatan Herman Agas, ketika dikonfirmasi TRIBUNFLORES.COM, Rabu (29/1/2025) menerangkan, ada 9 kepala keluarga 9 (KK)  jadi korban dan 28 KK lainnya di Kampung Samesi juga terancam.

Baca juga: Pemda Manggarai Timur Bantu 8 Kepala Keluarga Korban Bencana Alam Tanah Bergerak di Nenu

 

 

Herman mengatakan warga di kampung tersebut berpotensi untuk pindah pemukiman karena ancaman tanah bergerak.

Selain mengancam pemukiman penduduk,Herman mengatakan tanah bergerak ini merusak lahan perkebunan warga setempat yang ditanami kakao, jagung,kopi, kemiri dan tanaman lainnya.

Gerakan Tanah

Dilansir dari laman resmi Badan Geologi menjelaskan faktor penyerba geraka tanah karena curah hujan yang tinggi, pelapukan,
kemiringan lereng dan drainase buruk.

Jenis tanah pelapukan yang sering dijumpai di Indonesia adalah hasil letusan gunungapi. Tanah ini memiliki komposisi sebagian besar lempung dengan sedikit pasir dan bersifat subur.

Tanah pelapukan yang berada di atas batuan kedap air pada perbukitan/punggungan dengan kemiringan sedang hingga terjal berpotensi mengakibatkan tanah longsor pada musim hujan dengan curah hujan berkuantitas tinggi.

Jika perbukitan tersebut tidak ada tanaman keras berakar kuat dan dalam, maka kawasan tersebut rawan bencana tanah longsor.

Berita TribunFlores.Com Lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved