ASN Larang Wartawan Liputan di Rujab
ASN yang Larang Wartawan Liputan di Rujab Bupati Flotim Minta Maaf, Sekda: Menjadi Perhatian
Sadar perilakunya tidak menyenangkan dan menghalangi kerja-kerja jurnalistik, Lian pun berjanji untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi.
Penulis: Paul Kabelen | Editor: Gordy Donovan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Sekda-Flores-Timur-Petrus-Pedo-Maran-di-Flores-Timur-NTT.jpg)
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Paul Kabelen
TRIBUNFLORES.COM, LARANTUKA - Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) bernama Juliana Claudia Peni, yang melarang dan membentak wartawan saat liputan di Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Flores Timur (Flotim) mengaku salah dan meminta maaf, Jumat, 21 Februari 2025.
Lian yang sebelumnya menjadi ajudan mantan Penjabat Bupati Sulastri Rasyid itu bertindak arogan terhadap wartawan Tribun Flores dan Pos Kupang, Paul Kabelen dan Fransiskus Gerardus, wartawan Metro TV.
Sadar perilakunya tidak menyenangkan dan menghalangi kerja-kerja jurnalistik, Lian pun berjanji untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi serta lebih menghargai profesi wartawan.
"Saya menyampaikan permohonan maaf atas tindakan saya kepada jurnalis Tribun dan Metro TV,"katanya dalam ruang mediasi oleh Asisten III Flores Timur, Petrus Pehan Tukan dan Kadis Kominfo, Hery Lamawuran.
Baca juga: Tim SAR Temukan Nelayan yang Terseret Arus di Pantai Watubuku Flores Timur NTT
Sementara itu Sekda Flores Timur, Petrus Pedo Maran selaku pimpinan ASN di wilayah itu merespon perihal kasus terserbut.
Pedo meminta maaf atas stafnya yang belum paham dengan kerja-kerja pers.
Pedo menyebut peristiwa ini menjadi catatan serius agar tidak terjadi lagi tindakan-tindakan serupa di kemudian hari.
"Sebagai atasan, saya meminta maaf ke teman-teman media khusunya adik berdua. Kami mengakui bahwa staf di Rujab memang jarang berinteraksi dengan media sehingga cara berkomunikasinya tidak nyaman untuk media. Kedepan akan menjadi perhatian kami," kata Pedo Maran.
Kejadian tak menyenangkan itu bermula saat Paul dan Fransiskus meliput aktivitas Rujab I jelang kedatangan Bupati Anton Doni Dihen dan Wakil Bupati Ignas Boli Uran yang baru saja dilantik Presiden Prabowo, Kamis kemarin.
Mengenakan seragam lengkap dengan identitas pers, keduanya sempat meminta ijin kepada sejumlah ASN, termasuk Lian yang sedang menyapu teras depan. Suasan mulanya berjalan normal namun mendadak tegang saat ditanya soal keberadaan mobil dinas.
Paul Kabelen bertanya soal dua unit mobil yang baru dibeli senilai Rp 1,3 miliar. Sebab Kabarnya mobil itu tak langsung digunakan Anton Doni dan Ignas Uran dengan alasan mobil lama masih dalam kondisi bagus.
Dua mobil itu, termasuk tiga mobil dinas bagi tiga pimpinan DPRD Flores Timur mendapat sorotan publik karena menguras kantong APBD senilai Rp 3,2 miliar, terlebih lagi di tengah duka bencana erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.
Mengetahui kedatangan dua wartawan untuk mendokumentasikan mobil baru, Juliana malah keberatan. Ajudan mantan Bupati Flores Timur itu bahkan melarang dengan raut wajah kesal dan melontarkan nada kasar.
"Mobil ada di belakang, jangan ambil gambar, harus minta ijin, kalian datang hanya mau cari berita yang bukan-bukan," katanya. Dia tampak memegang sapu, menghampiri dengan gestur mengancam.
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News