Kamis, 23 April 2026

Gunung Lewotobi Meletus

Waspada, Gunung Lewotobi Laki-laki Meletus 2 Kali Kamis Pagi

Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Lewotobi Laki-laki mencatat terjadinya dua kali erupsi beruntun dalam kurun waktu hanya 2 jam 16 menit.

Tayang:
Penulis: Cristin Adal | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Waspada, Gunung Lewotobi Laki-laki Meletus 2 Kali Kamis Pagi
TRIBUNFLORES.COM/MAGMA INDONESIA
GUNUNG MELETUS- Gunung Lewotobi Laki-laki Meletus, Kamis (23/4/2026). Hari ini dua kali Meletus 2 Kali Hanya Berselang 2 Jam setelah letusan pertama. 

   

Ringkasan Berita:
  • Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Lewotobi Laki-laki mencatat terjadinya dua kali erupsi beruntun dalam kurun waktu hanya 2 jam 16 menit.
  • Tepatnya erupsi terjadi  pada pukul 09.37 WITA, dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 800 meter di atas puncak (± 2384 m di atas permukaan laut). 
  • Berdasarkan data seismogram, erupsi kedua pada pukul 09.37 WITA tercatat memiliki amplitudo maksimum 3.7 mm dengan durasi gempa sekitar 81 detik.

TRIBUNFLORES.COM, LARANTUKA - Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik pada Kamis (23/4/2026) pagi.

Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Lewotobi Laki-laki mencatat terjadinya dua kali erupsi beruntun dalam kurun waktu hanya 2 jam 16 menit.

Tepatnya erupsi terjadi  pada pukul 09.37 WITA, dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 800 meter di atas puncak (± 2384 m di atas permukaan laut). 

Berdasarkan data seismogram, erupsi kedua pada pukul 09.37 WITA tercatat memiliki amplitudo maksimum 3.7 mm dengan durasi gempa sekitar 81 detik.

Baca juga: Gunung Lewotobi Meletus Tadi Malam, Semburkan Abu 1.700 Meter

Erupsi Terekam Seismograf

Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah utara dan timur laut. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 3.7 mm dan durasi 81 detik.
 
Erupsi sebelumnya terjadi pada pukul 07.21 WITA.  Erupsi ini memuntahkan kolom abu setinggi kurang lebih 1.800 meter di atas puncak atau sekitar 3.384 mdpl.

"Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat daya. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22.2 mm dan durasi 103 detik," tulis Emanuel Rofinus Bere dalam laporannya melalui MAGMA Indonesia.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat kegempaan yang terjadi pada periode
00:00-24:00 WITA, Rabu (22/4/2026) telah terjadi 9 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 3.7-14.8 mm, dan lama gempa 82-227 detik.

Selain gempa letusan, terekam juga aktivitas kegempaan lain yang menunjukkan dinamika magma di dalam perut gunung. 

Tercatat ada 10 kali gempa Low Frequency dengan amplitudo 4.4-22.2 mm, serta 6 kali tremor non-harmonik.

Secara rinci, PVMBG juga memantau adanya 1 kali gempa hembusan (amplitudo 4.4 mm, durasi 37 detik), 1 kali gempa harmonik (amplitudo 5.7 mm, durasi 40 detik), dan 3 kali gempa vulkanik dalam yang mengindikasikan adanya tekanan dari kedalaman sistem vulkanik.

Saat ini tingkat aktivitas gunung api ini berada di Level II atau Waspada. Oleh karena itu, PVMBG mengimbau
masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki dan pengunjung/wisatawan tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 4 Km dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.

Baca juga: Terdampak Erupsi Gunung Lewotobi, Empat Rute Penerbangan di Bandara Frans Seda Maumere Dibatalkan

Masyarakat diharapkan agar tenang dan mengikuti arahan pemerintah setempat serta tidak mempercayai isu-isu yan tidak jelas sumbernya.

Masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-laki jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi terutama daerah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng jaya, Boru, Nawakote.

Masyarakat yang terdampak hujan abu Gunung Lewotobi Laki-laki, memakai masker/penutup hidung-mulut untuk menghindari bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved