Jumat, 10 April 2026

Renungan Katolik Hari Ini

Renungan Harian Katolik Rabu Abu 5 Maret 2025, Amal, Doa dan Puasa

Mari simak renungan harian Katolik Rabu Abu 5 Maret 2025. Tema renungan harian Katolik yaitu amal, doa dan puasa.

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Renungan Harian Katolik Rabu Abu 5 Maret 2025, Amal, Doa dan Puasa
TRIBUNFLORES.COM / HO-BRUDER
RENUNGAN HARIAN KATOLIK - Br. Pio Hayon, SVD. Mari simak renungan harian Katolik Rabu Abu 5 Maret 2025. Tema renungan harian Katolik yaitu amal, doa dan puasa. 

Oleh Bruder Pio Hayon SVD

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan harian Katolik Rabu Abu 5 Maret 2025.

Tema renungan harian Katolik yaitu amal, doa dan puasa.

Renungan harian Katolik disusun oleh Bruder Pio Hayon SVD.

Renungan harian Katolik disiapkan untuk Rabu Abu.

Baca juga: Teks Misa Rabu Abu 5 Maret 2025, Hari Raya Pantang dan Puasa

 

Renungan harian Katolik ada dibagian akhir artikel ini.

Rabu Abu 5 Maret 2025 merupakan HARI RABU ABU Pantang dan Puasa, Santo Yohanes Yosef, Pengaku Iman, Santo Eusebius dari Kremoana, Pengaku Iman, Gerasimos, Pengaku Iman, dengan Warna Liturgi Ungu.

Adapun bacaan liturgi Katolik hari Rabu 5 Maret 2025 adalah sebagai berikut:

Bacaan Pertama Yoel 2:12-18

"Sekarang juga, berbaliklah kepada-Ku dengan segenap hatimu, dengan berpuasa, dengan menangis dan dengan mengaduh."

“Sekarang,” beginilah sabda Tuhan, “berbaliklah kepada-Ku dengan segenap hatimu, dengan berpuasa, dengan menangis dan mengaduh.” Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu, berbaliklah kepada Tuhan, Allahmu, sebab Ia pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia, dan Ia menyesal karena hukuman-Nya.

Siapa tahu, mungkin Ia mau berbalik dan menyesal, lalu meninggalkan berkat menjadi kurban sajian dan kurban curahan bagi Tuhan, Allahmu.

Tiuplah sangkakala di Sion, adakanlah puasa yang kudus, maklumkanlah perkumpulan raya; kumpulkanlah bangsa ini, kuduskanlah jemaah, himpunkanlah orang-orang yang lanjut usia, kumpulkanlah anak-anak, bahkan anak-anak yang menyusu; baiklah pengantin laki-laki keluar dari kamarnya, dan pengantin perempuan dari kamar tidurnya.

Baiklah para imam, pelayan-pelayan Tuhan, menangis di antara balai depan mezbah, dan berkata, “Sayangilah, ya Tuhan, umat-Mu, dan janganlah biarkan milik-Mu sendiri menjadi cela, sehingga bangsa-bangsa menyindir kepada mereka.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved