Kamis, 4 Juni 2026

Renungan Katolik Hari Ini

Renungan Harian Katolik Jumat 14 Maret 2025, Segeralah Berdamai  

Mari simak renungan harian Katolik Jumat 14 Maret 2025.Tema renungan harian Katolik segeralah berdamai.Renungan harian katolik disiapkan oleh Pastor.

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Renungan Harian Katolik Jumat 14 Maret 2025, Segeralah Berdamai  
TRIBUNFLORES.COM / GG
RENUNGAN HARIAN KATOLIK PATER JOHN LEWAR - Mari simak renungan harian Katolik Jumat 14 Maret 2025. Tema renungan harian Katolik segeralah berdamai. Renungan harian katolik disiapkan oleh Pastor John Lewar, SVD. 

Dalam khotbah di bukit berkatalah Yesus kepada murid-murid-Nya, "Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga.

Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum;

siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala.

Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.

Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dengan dia di tengah jalan, supaya lawanmu itu jangan menyerahkan engkau kepada hakim dan hakim itu menyerahkan engkau kepada pembantunya dan engkau dilemparkan ke dalam penjara.

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas.

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Katolik

Meditatio: 

Dalam injil Matius (5:20-26) hari ini, Yesus meminta kita supaya menjalankan hidup keagamaan dengan berdamai dengan sesama dan Tuhan serta menjalankan praktek kasih dalam kehidupan setiap hari. Yesus mengatakan: “Jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah, dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mesbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu” (Mat 5:24). 

Sabda Yesus mengingatkan kita bahwa berdamai dengan saudara dapat lebih berharga daripada mengikuti ibadat di kenisah. Berdamai dahulu dengan saudara lebih berharga daripada mengikuti kegiatan doa atau 
Misa di lingkungan atau di gereja namun hati masih menyimpan 
kemarahan, kejengkelan, benci dan dendam dengan saudara atau 
anggota keluarga. Berdamai dahulu, baru mengikuti kegiatan doa atau 
Misa dengan hati damai, penuh kelepasan dan sukacita. Itulah ibadah 
yang sejati, bukan hanya secara lahiriah – formalistis belaka. 

Yesus menegaskan bahwa berdamai adalah hal yang sangat penting. 
Banyak orang tidak bisa menikmati hidup karena tidak ada damai di hati. 
Orang tidak bisa tidur, tidak pernah tenang pikiran dan hatinya, karena 
belum atau tidak bisa berdamai dengan saudara. Orang tidak mengalami 
damai di hati karena tidak bisa memaafkan atau karena gengsi, sekalipun 
bersalah namun tidak mau meminta maaf. 

Yesus berkata lebih lanjut, “Segeralah berdamai dengan lawanmu selama 
engkau bersama-sama dia di tengah jalan” (ay. 25) atau selama engkau 
ada di mobil atau selama engkau ada di rumah atau di tempat yang 
masih bisa dijangkau. Jangan lewatkan momentum untuk mengalami 
damai lewat pengampunan timbal-balik. Jika hal ini terjadi, Anda akan 
menikmati bahwa hidup ini indah. Indah, karena ada kasih dan 
pengampunan. Indah, karena mengalami cinta Allah yang berbelas 
kasihan, yang mendamaikan, yang menggerakkan diri untuk segera 
berdamai. Indah, karena hidup dalam damai. 

Kita mohon rahmat Allah agar mampu menempuh jalan cinta Allah yang 
berbelas kasihan, jalan yang membawa damai dan damai yang membawa 
kepada keindahan hidup. Ingat, hidup hanya sekali, itu pun kita tidak 
tahu berapa lama kita akan hidup. Oleh karena itu, jalanilah hidup ini 
dengan damai. Jika suatu saat terjadi konflik atau pertengkaran yang 
merenggut rasa damai, segeralah saling berdamai!  

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved