Kapal BBM Terbakar di Larantuka
Ombudsman NTT Minta Dirjen Hubla Periksa Syahbandar Larantuka Buntut Kapal Angkut BBM Terbakar
Kapal kayu 02 Trans Floreti yang terbakar pada Sabtu, 29 Maret 2025 itu mengindikasikan telah terjadi ketoledoran petugas dalam mengawasi aktivitas bo
Penulis: Paul Kabelen | Editor: Gordy Donovan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/KAPAL-TERBAKAR-Satu-unit-kapal-pengangkut-BBM-terbakar-di-Pelabuhan-Larantuka-NTT.jpg)
Agus menambahkan, secara teknis, petugas Syahbandar telah melakukan pemeriksaan soal alat-alat keselamatan. Lantaran fasilitas masih minim, pihaknya berupaya mengusulkan mobil pemadam kebakaran.
"Kami ada mobil tangki tapi fungsinya beda dengan pemadam. Kalau untuk standar minimum sudah terpenuhi, tapi kalau kita ada mobil pemadam yang stanby, akan lebih bagus," katanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, sebuah kapal pengangkut BBM terbakar di Pelabuhan Laut Larantuka, Kabupaten Flores Timur, NTT, Sabtu, 29 Maret 2024 sekira pukul 18.00 Wita.
Kapal kayu dengan nama 02 Trans Floreti rute Larantuka ke Lewoleba, Kabupaten Lembata itu terbakar di dalam areal berlabuh khusus kapal Pelni. Tidak sampai 30 menit, badan kapal di bagian atas ludes dilalap api.
Paskalis, salah seorang kernet mobil tangki yang berada tak jauh dengan 02 Trans Floreti, menyebut api mulanya muncul dari dalam dek kapal.
Menurut Paskalis, saat itu sedang ada aktivitas pengisian BBM jenis pertalite dari mobil tangki ke dalam kapal.
Sambaran api tersebut lantas membesar. Anak Buah Kapal (ABK) dan beberapa orang di sana langsung lari menyelamatkan diri.
"Muncul api, sambar dari bawah dek kapal. Jadi (saat itu) sementara bongkar pertalite," katanya.
Personel gabungan bersama beberapa warga masih berusaha memadamkan api. Satu unit mobil damkar dan truk tangki BPBD Flores Timur dikerahkan.(CBL)
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News