Senin, 1 Juni 2026

Renungan Katolik Hari Ini

Renungan Harian Katolik Rabu 9 April 2025, Pesan Pembebasan

Mari simak renungan harian Katolik Rabu 9 April 2025. Tema renungan harian Katolik pesan pembebasan.

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Renungan Harian Katolik Rabu 9 April 2025, Pesan Pembebasan
TRIBUNFLORES.COM / GG
RENUNGAN HARIAN KATOLIK PATER JOHN LEWAR -Mari simak renungan harian Katolik Rabu 9 April 2025. Tema renungan harian Katolik pesan pembebasan. 

Kamu mengerjakan pekerjaan bapamu sendiri.” Jawab mereka, “Kami tidak dilahirkan dari zinah. Bapa kami satu, yaitu Allah.” Kata Yesus kepada mereka, “Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar dan datang dari Allah. Dan Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku.”

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Katolik

Meditatio: 

Kita semua ingin bebas! Satu pesan dari sabda Tuhan hari ini pun adalah 
pesan pembebasan. Baik Kitab Nubuat Daniel maupun Injil Yohanes 
memuat pesan pembebasan.  Kitab Daniel (3:14-20,24-25,28) dalam 
bacaan pertama hari ini berkisah tentang Nebukadnezar raja Babel 
mengancam Sadrakh, Mesakh dan Abednego: “Jika kamu tidak 
menyembah, seketika itu juga akan dicampakkan ke dalam api yang 
menyala-nyala”. Nyawa Sadrakh, Mesakh dan Abednego diujung tanduk 
karena tidak mau menyembah patung emas. Meski demikian, ketiganya 
bergeming dan dengan berani menjawab, “Ia (Allah) akan melepaskan 
kami dari api yang menyala-nyala”. Keyakinan Sadrakh, Mesakh dan 
Abednego demikian teguh tak tergoyahkan. Mereka percaya, maka 
mereka dibebaskan dan diselamatkan Allah: “Ia (Allah) telah mengutus 
malaikat-Nya dan melepaskan hamba-hamba-Nya, yang telah percaya 
kepada-Nya”. Percaya pada Allah menjadi kunci pembebasan. 

Dalam Injil Yohanes ( 8:31-42) pun, Tuhan Yesus berkata kepada 
kelompok orang yang percaya pada-Nya, “Jika kamu tetap dalam sabda
Ku, maka kamu benar-benar murid-Ku, dan kamu akan mengetahui 
kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan (membebaskan) 
kamu”. Percaya pada Yesus menjadi kunci pembebasan. 
Buah pembebasan adalah damai, tenteram.

Setiap orang menginginkan damai dan tenteram dalam hidup. Namun, kenyataannya impian damai itu kerap kali tidak tergapai. Mengapa? Karena, orang terbelenggu oleh 
api yang menyala-nyala. Api ini bisa berbentuk api ketakutan, api 
kecemasan, api kekhawatiran, api kepanikan, api kegalauan, api 
kebencian, api keirihatian, api kemarahan, api cemburu, dan api-api yang 
lain yang terus menyala-nyala.  

Kita ingat kembali Pandemi Corona beberapa tahun lalu. Di saat serbuan 
pandemi Corona Covid-19 ini, api-api itu berkobar, menyala semakin 
besar. Api itu terus menyulut kepanikan, kecemasan, kecurigaan, 
kesembronoan. Kita menjadi makin terbelenggu, tidak bebas dan tidak 
damai. Oleh karena itu, orang butuh pembebasan. 

Bagaimana bisa dibebaskan? Kalau orang mau percaya dan berkajang 
dalam Sabda. Hendaknya kita percaya dan taat pada pemerintah sebagai 
pengampu kebijakan yang telah bersungguh-sungguh memikirkan, 
merencanakan, dan memutuskan hal-hal yang perlu dipatuhi dan 
dijalankan bersama. Di samping itu, kita harus terus-menerus berkajang 
dalam Sabda Tuhan, percaya akan penyelenggaraan Ilahi.

Waktu-waktu ini kita diundang untuk semakin intim dengan Tuhan yang bersabda. 
Kalau selama ini, kita lebih sering meratap, mengeluh, memohon. Saat saat ini kita diundang untuk lebih mau mendengarkan Allah yang berbicara, membiarkan Sabda-Sabda-Nya mengalir, meresap dan berdiam dalam hati kita. Membiarkan Sabda-Nya menguasai dan menuntun hidup kita. “Jika kamu tetap dalam sabda-Ku, Aku akan memerdekakan kamu”. (RD. M Nur Widipranoto dalam  https://karyakepausanindonesia.org/2020/03/31). 

Missio:  

Mari kita terus berjuang untuk menjadi benar-benar murid Yesus, murid 
yang merdeka! Sebuah perjuangan yang tidak mengenal lelah apalagi 
menyerah Jadikanlah Sabda Tuhan sebagai penuntun yang 
menguduskanmu. Sabda Tuhan membawa pesan pembebasan. 
.  
Doa:  

Tuhan Yesus Kristus, kami bersyukur kepada-Mu karena Engkau 
mengingatkan kami untuk tinggal di dalam Firman-Mu supaya benar
benar menjadi murid-Mu. Semoga dengan Firman-Mu itu kami mengalami 
kemerdekaan sejati dari dosa dan salah, sehingga layak merayakan 
Paskah-Mu. Nama-Mu kami puji, sekarang dan selama-lamanya... Amin. 

Sahabatku yang terkasih, Selamat Hari Rabu, hari ke 31 Prapaskah. 
Salam doa dan berkatku untukmu dan keluarga di mana saja berada: 
Bapa dan Putera dan Roh Kudus...Amin.   (kgg).

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved