Renungan Katolik Hari Ini
Renungan Harian Katolik Rabu 9 April 2025, Pesan Pembebasan
Mari simak renungan harian Katolik Rabu 9 April 2025. Tema renungan harian Katolik pesan pembebasan.
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/RENUNGAN-HARIAN-KATOLIK-PATER-JOHN-LEWAR.jpg)
Kamu mengerjakan pekerjaan bapamu sendiri.” Jawab mereka, “Kami tidak dilahirkan dari zinah. Bapa kami satu, yaitu Allah.” Kata Yesus kepada mereka, “Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar dan datang dari Allah. Dan Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku.”
Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.
Renungan Katolik
Meditatio:
Kita semua ingin bebas! Satu pesan dari sabda Tuhan hari ini pun adalah
pesan pembebasan. Baik Kitab Nubuat Daniel maupun Injil Yohanes
memuat pesan pembebasan. Kitab Daniel (3:14-20,24-25,28) dalam
bacaan pertama hari ini berkisah tentang Nebukadnezar raja Babel
mengancam Sadrakh, Mesakh dan Abednego: “Jika kamu tidak
menyembah, seketika itu juga akan dicampakkan ke dalam api yang
menyala-nyala”. Nyawa Sadrakh, Mesakh dan Abednego diujung tanduk
karena tidak mau menyembah patung emas. Meski demikian, ketiganya
bergeming dan dengan berani menjawab, “Ia (Allah) akan melepaskan
kami dari api yang menyala-nyala”. Keyakinan Sadrakh, Mesakh dan
Abednego demikian teguh tak tergoyahkan. Mereka percaya, maka
mereka dibebaskan dan diselamatkan Allah: “Ia (Allah) telah mengutus
malaikat-Nya dan melepaskan hamba-hamba-Nya, yang telah percaya
kepada-Nya”. Percaya pada Allah menjadi kunci pembebasan.
Dalam Injil Yohanes ( 8:31-42) pun, Tuhan Yesus berkata kepada
kelompok orang yang percaya pada-Nya, “Jika kamu tetap dalam sabda
Ku, maka kamu benar-benar murid-Ku, dan kamu akan mengetahui
kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan (membebaskan)
kamu”. Percaya pada Yesus menjadi kunci pembebasan.
Buah pembebasan adalah damai, tenteram.
Setiap orang menginginkan damai dan tenteram dalam hidup. Namun, kenyataannya impian damai itu kerap kali tidak tergapai. Mengapa? Karena, orang terbelenggu oleh
api yang menyala-nyala. Api ini bisa berbentuk api ketakutan, api
kecemasan, api kekhawatiran, api kepanikan, api kegalauan, api
kebencian, api keirihatian, api kemarahan, api cemburu, dan api-api yang
lain yang terus menyala-nyala.
Kita ingat kembali Pandemi Corona beberapa tahun lalu. Di saat serbuan
pandemi Corona Covid-19 ini, api-api itu berkobar, menyala semakin
besar. Api itu terus menyulut kepanikan, kecemasan, kecurigaan,
kesembronoan. Kita menjadi makin terbelenggu, tidak bebas dan tidak
damai. Oleh karena itu, orang butuh pembebasan.
Bagaimana bisa dibebaskan? Kalau orang mau percaya dan berkajang
dalam Sabda. Hendaknya kita percaya dan taat pada pemerintah sebagai
pengampu kebijakan yang telah bersungguh-sungguh memikirkan,
merencanakan, dan memutuskan hal-hal yang perlu dipatuhi dan
dijalankan bersama. Di samping itu, kita harus terus-menerus berkajang
dalam Sabda Tuhan, percaya akan penyelenggaraan Ilahi.
Waktu-waktu ini kita diundang untuk semakin intim dengan Tuhan yang bersabda.
Kalau selama ini, kita lebih sering meratap, mengeluh, memohon. Saat saat ini kita diundang untuk lebih mau mendengarkan Allah yang berbicara, membiarkan Sabda-Sabda-Nya mengalir, meresap dan berdiam dalam hati kita. Membiarkan Sabda-Nya menguasai dan menuntun hidup kita. “Jika kamu tetap dalam sabda-Ku, Aku akan memerdekakan kamu”. (RD. M Nur Widipranoto dalam https://karyakepausanindonesia.org/2020/03/31).
Missio:
Mari kita terus berjuang untuk menjadi benar-benar murid Yesus, murid
yang merdeka! Sebuah perjuangan yang tidak mengenal lelah apalagi
menyerah Jadikanlah Sabda Tuhan sebagai penuntun yang
menguduskanmu. Sabda Tuhan membawa pesan pembebasan.
.
Doa:
Tuhan Yesus Kristus, kami bersyukur kepada-Mu karena Engkau
mengingatkan kami untuk tinggal di dalam Firman-Mu supaya benar
benar menjadi murid-Mu. Semoga dengan Firman-Mu itu kami mengalami
kemerdekaan sejati dari dosa dan salah, sehingga layak merayakan
Paskah-Mu. Nama-Mu kami puji, sekarang dan selama-lamanya... Amin.
Sahabatku yang terkasih, Selamat Hari Rabu, hari ke 31 Prapaskah.
Salam doa dan berkatku untukmu dan keluarga di mana saja berada:
Bapa dan Putera dan Roh Kudus...Amin. (kgg).
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News
Renungan Katolik Hari Ini
Renungan Harian Katolik Rabu 9 April 2025
Pastor John Lewar SVD
Tribun Flores.com
| Injil Katolik Prapaskah V Hari Ini Rabu 9 April 2025 Lengkap Mazmur Tanggapan |
|
|---|
| Bacaan Liturgi Hari Ini Rabu 9 April 2025, Pesta Fakultatif Santa Kasilda, Pengaku Iman |
|
|---|
| Bacaan Injil Katolik Hari Ini Rabu 9 April 2025 Lengkap Renungan Harian Katolik |
|
|---|
| Peringatan Santo dan Santa Pelindung Hari Ini Rabu 9 April 2025 |
|
|---|
| Kalender Liturgi Katolik Hari Ini Rabu 9 April 2025, Pekan V Prapaskah |
|
|---|