Rabu, 15 April 2026

Renungan Katolik

Renungan Harian Katolik Jumat 18 April 2025, Kata-kata Pengampunan

Mari simak renungan harian Katolik Jumat 18 April 2025. Tema renungan harian Katolik yaitu kata-kata pengampunan.

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Renungan Harian Katolik Jumat 18 April 2025, Kata-kata Pengampunan
TRIBUNFLORES.COM / GG
IKUT MISA - Umat saat ikut misa di Gereja Paroki Magepanda Sikka NTT, Minggu 9 Februari 2025.Mari simak renungan harian Katolik Jumat 18 April 2025. Tema renungan harian Katolik yaitu kata-kata pengampunan. 

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan harian Katolik Jumat 18 April 2025.

Tema renungan harian Katolik yaitu kata-kata pengampunan.

Renungan harian Katolik ada dibagian akhir artikel ini.

Jumat 18 April 2025 merupakan hari Jumat Agung, Santo Eleutherius, Paus, Beata Maria dari Inkarnasi, pengaku iman, dengan warna liturgi merah.

Adapun bacaan liturgi Katolik hari Jumat 18 April 2025 adalah sebagai berikut:

Baca juga: Teks Ibadah Sabda Jumat Agung 17 April 2025 Lengkap Renungan Harian Katolik

 

Bacaan Pertama Yesaya 52:13-53:12

"Ia ditikam karena kedurhakaan kita."

Beginilah firman Tuhan, “Sesungguhnya, hamba-Ku akan berhasil! Ia akan ditinggikan, disanjung dan dimuliakan! Seperti banyak orang tertegun melihat dia rupanya begitu buruk, tidak seperti manusia lagi, dan tampaknya tidak seperti anak manusia lagi,

demikianlah ia membuat tercengang banyak bangsa, dan raja-raja akan mengatupkan mulutnya melihat dia! Sebab apa yang tidak diceritakan kepada mereka akan mereka lihat, dan yang tidak mereka dengar akan mereka pahami.

Maka mereka berkata: Siapakah yang percaya kepada berita yang kami dengar, kepada siapakah tangan kekuasaan Tuhan dinyatakan?

Sebagai taruk Hamba Yahwe tumbuh di hadapan Tuhan, dan sebagai tunas ia muncul dari tanah kering. Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan, dan biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia, dan bagi kita pun dia tidak masuk hitungan.

Ia tidak tampan, dan semarak pun tidak ada padanya, sehingga kita tidak tertarik untuk memandang dia; dan rupanya pun tidak menarik, sehingga kita tidak terangsang untuk menginginkannya.

Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kitalah yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. Sesungguhnya dia tertikam oleh karena pemberontakan kita,

dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; derita yang mendatangkan keselamatan bagi kita, ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved