Paus Fransiskus Meninggal Dunia
Selamat Jalan Paus Fransiskus
Dia menjadi Paus yang ke-266 dalam Gereja Katolik, Paus pertama yang berasal dari Amerika Latin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/pope-franciscus.jpg)
Oleh: Antonio Camnahas, Dosen IFTK Ledalero
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Pagi ini, Senin, 21 April, pukul 07.35 waktu Roma, Italia, dunia dikejutkan dengan satu berita duka: "Paus Fransiskus telah berpulang." Dia mangkat dalam usia 88 tahun. Berita ini kemudian menyebar dengan sangat cepat. Dunia berduka.
Paus Fransiskus seakan "dipanggil" untuk merayakan Paskah secara langsung bersama Dia Yang Bangkit, Yesus Kristus, Tuhan yang diimani dan dilayaninya seumur hidupnya.
Selama Februari 2025, Paus Fransiskus lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah sakit Gemelli, Roma untuk berobat. Dia didiagnosa menderita pneumonia akut di kedua paru-parunya sehingga susah bernafas.
Dia juga menderita bonchitis dan gangguan ginjal. Setelah sempat diberi transfusi darah, tanggal 23 Maret lalu Paus Fransiskus akhirnya dipulangkan ke Vatikan setelah pihak rumah sakit Gemelli menyatakan sudah bekerja maksimal.
Baca juga: Jenazah Paus Fransiskus Dimakamkan Sabtu 26 April 2025 di Basilika Santa Maria Maggiore
Paus yang bernama asli Jorge Mario Bergoglio ini, terpilih menjadi Paus pada tanggal 13 Maret 2013 dalam usia 76 tahun, menggantikan Paus Benediktus yang mengundurkan diri. Dengan demikian, masa kepausannya berlangsung selama 12 tahun.
Dia menjadi Paus yang ke-266 dalam Gereja Katolik, Paus pertama yang berasal dari Amerika Latin dan dari Ordo Yesuit.
Sesudah terpilih, dia memilih nama Fransiskus sebagai ungkapan penghormatannya terhadap Santo Fransiskus Assisi, ikon kesederhanaan dan kepedulian terhadap kaum miskin.
Dalam berita resmi tentang kematiannya, Kardinal Camerlengo (yang mengelola urusan administrasi dan keuangan Vatikan selama sede vacante), Kardinal Kevin Ferrell, menyebutkan bahwa Fransiskus adalah Paus yang telah mengabdikan seluruh hidupnya untuk melayani Tuhan dan Gereja; dia mengajar Gereja untuk menghayati nilai-nilai injil dengan lebih setia, penuh percaya diri dan dengan cinta universal, secara khusus perhatian terhadap kaum miskin dan mereka yang terlantar.
Dalam menjalankan tugas kegembalaannya, dia lebih menekankan kerahiman, inklusivitas, dan kasih daripada hukum dan doktrin (dogma).
Tak dimungkiri bahwa Paus ini dikenal sebagai Paus yang sangat sederhana dan dekat dengan umat.
Kesederhanaannya ditunjukkannya sejak awal, ketika dia lebih memilih untuk menetap di Rumah Santa Marta dalam kompleks kota Vatikan, yang berfasilitas lebih sederhana, daripada tinggal di Istana Kepausan, tempat khusus untuk kediaman seorang Paus dengan fasilitas yang lebih lengkap.
Banyak orang menyaksikan bahwa dia sederhana, bukan hanya dalam kata-kata, tetapi lebih dalam pilihan dan cara hidupnya.
Dalam kepemimpinannya, dia telah mereformasi Gereja dalam beberapa hal berikut.
Pertama, mereformasi Kuria Romana dengan menyederhanakan struktur administrasi Vatikan lewat Konstitusi Apostolik Praedicate Evangelium (2022).
Dia mengambil langkah penting untuk menempatkan Kongregasi Propaganda Fide di urutan pertama yang sebelumnya selalu ditempati oleh Kongregasi Pengajaran Iman.
Keputusan ini menurut teolog Stephen Bennett Bevans tepat karena kembali menempatkan misi pada tempatnya yang memang sejak Gereja Perdana telah menjadi hakikat dari Gereja.
Kedua, Paus Fransiskus telah membuat banyak upaya untuk meningkatkan pengawasan, transparansi dan akuntabilitas keuangan Takhta Suci Vatikan.
Ketiga, dia menangani kasus pelecehan seksual dalam Gereja dengan lebih tegas.
Keempat, Paus Fransiskus juga dikenal lewat isu-isu sosial dan moral yang ditanganinya. Terhadap kerusakan ekologi dan perubahan iklim, dia menyerukan perawatan terhadap bumi sebagai rumah bersama.
Terhadap fenomena perceraian dalam Gereja Katolik, dia lebih terbuka dan penuh belaskasih. Terhadap isu LGBTQ+ dia menyerukan penghentian kriminalisasi terhadap mereka, sambil tetap mempertahankan ajaran dan pendirian Gereja Katolik.
Dia juga terkenal sangat vokal dalam membela kaum miskin, para imigran dan perang dalam segala bentuknya.
Dunia akan tetap mengenang Paus Fransiskus lewat dokumen-dokumen penting yang telah ditulisnya.
Beberapa di antaranya yang dapat disebutkan yakni Evangelii Gaudium (2013) tentang karya pewartaan Injil; Laudato Si' (2015) tentang lingkungan hidup; Fratelli Tutti (2020) tentang persaudaraan dan persahabatan sosial antar umat manusia; Amoris Laetitia (2016) tentang keluarga dalam konteks dunia modern.
Paus Fransiskus dilihat secara berbeda oleh banyak orang, tergantung "kacamata" macam apa dipakainya untuk meneropong sosok terkenal ini.
Sebagian kalangan konservatif menilai dia sebagai pemimin yang terlalu progresif, sementara itu, kaum progresif melihatnya terlalu lamban dalam mereformasi Gereja.
Tantangan global yang dihadapinya selama masa kepausannya adalah pandemi Covid-19, perang Rusia-Ukraina, dan perang Israel-Palestina yang sampai sekarang belum kunjung usai.
Tanpa ragu dia mengecam perang yang merenggut banyak nyawa dan harta benda. Baginya perang selalu berarti kekalahan dan kehancuran bagi semua yang terlibat dan dilibatkan di dalamnya.
Sesuai tradisi berkaitan dengan kematian seorang Paus, Gereja akan berduka selama 9 hari (novemdiales) untuk mendoakan kepergian Paus Fransiskus. Selama masa berkabung ini, jenazah Paus Fransiskus akan disemayamkan di Basilika Santo Petrus, Vatikan.
Biasanya para paus dikuburkan di kuburan di bawah Basilika Santo Petrus. Kendati demikian, ada juga kemungkinan bahwa seorang Paus yang sudah meninggal bisa dikuburkan di tempat lain.
Menurut satu wawancara beberapa waktu lalu, Paus Fransiskus sempat mengemukakan keinginannya untuk dikuburkan di Basilika Santa Maria Maggiore, Roma. Tentu saja, keputusan terakhir tentang hal ini berada di tangan pihak Vatikan.
Sesudah penguburan, para kardinal di seluruh dunia yang belum berumur 80 tahun akan berkumpul di Kapela Sistina, di kota Vatikan, untuk memilih Paus yang baru dalam apa yang dikenal dengan nama konklaf.
Dalam ruangan tertutup dari komunikasi dengan dunia luar, para kardinal akan membuat pemungutan suara secara rahasia sebanyak 4 kali per hari.
Jika belum berhasil dipilih seorang Paus baru, asap hitam akan mengepul dari cerobong asap Kapela Sistina.
Sebaliknya, jika para kardinal berhasil memilih Paus baru, cerobong asap kapela Sistina akan mengeluarkan asap berwarna putih. Paus terpilih adalah kardinal yang memperoleh mayoritas 2/3 dari suara para pemilih.
Segera sesudah itu, seorang kardinal diakon akan mengumumkan dari balkon utama Basilika Santo Petrus kata-kata: "Habemus Papam" yang berarti kita mempunyai seorang Paus.
Paus yang baru pun akan tampil untuk memberikan berkatnya untuk pertama kalinya kepada kota Roma dan dunia.
Kita patut mengucapkan terima kasih berlimpah kepada Paus Fransiskus yang telah membimbing Gereja selama ini sebagai seorang gembala "berbau domba.
"Selamat jalan Bapak Suci, buon viaggio, jadilah pendoa bagi kami semua para peziarah harapan.
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News
Paus Fransiskus Meninggal Dunia
surat wasiat Paus Fransiskus
Antonio Camnahas
Dosen IFTK Ledalero
TribunFlores.com
| Jenazah Paus Fransiskus Dimakamkan Sabtu 26 April 2025 di Basilika Santa Maria Maggiore |
|
|---|
| Mgr Maksimus Regus Kenang Jasa Paus Fransiskus di Balik Pendirian Keuskupan Labuan Bajo |
|
|---|
| Paus Fransiskus Wafat, Uskup Atambua Minta Umat Doakan Paus Fransiskus |
|
|---|
| Paus Fransiskus Wafat, Takhta Suci Vatikan Kosong Hingga Penggantinya Terpilih |
|
|---|
| Uskup Larantuka Kenang Paus Fransiskus |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.