Renungan Katolik Hari Ini
Renungan Harian Katolik Rabu 30 April 2025, Begitu Besar Kerahiman Allah
Mari simak renungan harian katolik Rabu 30 April 2025. Tema renungan harian katolik yaitu begitu besar kerahiman Allah.
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/PATER-JOHN-Pater-John-Lewar-SVD.jpg)
Bait Pengantar Injil Yoh 3:16
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya. Alleluya, alleluya, alleluya.
Begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.
Bacaan Injil Yohanes 3:16-21
Allah mengutus Anak-Nya untuk menyelamatkan dunia.
Dalam percakapan-Nya dengan Nikodemus, Yesus berkata, “Begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya. Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; tetapi barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.
Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan daripada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat.
Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak; tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah.”
Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.
Renungan Katolik
Pada hari Minggu Kerahiman Ilahi, tanggal 3 April 2016 yang lalu, Paus
Fransiskus mengatakan bahwa Injil Kerahiman tetaplah menjadi sebuah
buku yang terbuka karena menunjukkan aliran kerahiman Allah bagi
manusia. Dikatakannya: “Injil adalah Kitab tentang Kerahiman Allah yang
harus dibaca dan terus dibaca lagi, sebab segala sesuatu yang dikatakan
Yesus dan dilakukan-Nya merupakan ekspresi kerahiman Bapa.” Yesus
Kristus benar-benar menunjukkan wajah kerahiman Allah Bapa bagi
manusia (http://dailyfreshjuice.net/06042016).
Kita semua sedang berjalan bersama sebagai Gereja di tahun Yubileum
Kerahiman Allah ini. Ada yang menunjukkan cintanya kepada kerahiman
Allah dengan berziarah ke gereja-gereja, melewati pintu kudus,
membangun niat-niat yang indah untuk bertobat. Bagaimana dengan
anda? Apakah anda juga sedang berjalan bersama Gereja di tahun
Yubileum Kerahiman Allah dan mau merasakan kerahiman Allah?
Sungguh, kerahiman Allah itu agung dan luhur dan patut kita alami di
dalam hidup kita. Maka berziarah saja belum cukup, pengalaman
kerahiman yang indah adalah ketika dengan tulus dan jujur kita
mengakui dosa-dosa dan bermetanoia.`
Pada hari ini kita membaca dan merenungkan Injil tentang percakapan
lanjutan antara Yesus dan Nikodemus dalam Injil Yohanes(3: 16-21).
Mereka sebenarnya sedang mempercakapkan betapa agungnya
kerahiman Allah bagi manusia di dunia ini. Tuhan Yesus sudah
menerangkan sebelumnya kepada Nikodemus tentang rencana
keselamatan dari Bapa, yang akan mengorbankan Anak-Nya yang tunggal
dalam drama penyaliban hingga kematian-Nya. Yesus sudah tahu bahwa
Ia akan menggenapi semuanya ini, tetapi demi kerahiman dan kasih
sayang Bapa kepada manusia di dunia maka Ia taat kepada kehendak
Bapa.