Pekerja Migran Meninggal
Periode Januari-April 2025, 7 Buruh Migran asal Ende NTT Meninggal Dunia
Dari tujuh buruh migran yang meninggal dunia, enam diantaranya berhasil dibawa pulang ke Kabupaten Ende untuk dimakamkan di daerah asalnya.
Penulis: Albert Aquinaldo | Editor: Hilarius Ninu
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/KETUA-KOMISI-Wawancara-bersama-RD-Reginald-Piperno-Ketua-Komisi-Keadilan.jpg)
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Albert Aquinaldo
TRIBUNFLORES.COM, ENDE - Komisi Keadilan, Perdamaian, Pastoral Migran dan Perantau Keuskupan Agung Ende mencatat, pada periode Januari hingga April 2025, terdapat tujuh buruh migran asal Kabupaten Ende yang meninggal dunia di perantauan.
Dari tujuh buruh migran yang meninggal dunia, enam diantaranya berhasil dibawa pulang ke Kabupaten Ende untuk dimakamkan di daerah asalnya.
Sedangkan total buruh/pekerja migran non prosedural asal Keuskupan Agung Ende yang meninggal dunia di perantauan berjumlah 9 orang masing, tujuh orang dari Kabupaten Ende dan masing-masing satu orang dari Kabupaten Ngada dan Nagekeo.
Hal ini disampaikan RD Reginald Piperno, Ketua Komisi Keadilan, Perdamaian, Pastoral Migran dan Perantau Keuskupan Agung Ende yang juga merupakan anggota Komisi Pastoral Migran dan Perantau Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) bertepatan dengan peringatan Hari Buruh Internasional, Kamis, 1 Mei 2025.
Baca juga: Bentuk Satgas Khusus Pengiriman Pekerja Migran, Gubernur NTT Ingin Tekan TPPO