Jumat, 10 April 2026

Renungan Katolik Hari Ini

Renungan Katolik Minggu 4 Mei 2025, Tebarkanlah Jalamu

Mari simak renungan Katolik Minggu 4 Mei 2025. Tema renungan Katolik tebarkanlah jalamu.

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Renungan Katolik Minggu 4 Mei 2025, Tebarkanlah Jalamu
TRIBUNFLORES.COM / HO-BRUDER
Br. Pio Hayon, SVD. Mari simak renungan Katolik Minggu 4 Mei 2025. Tema renungan Katolik tebarkanlah jalamu. 

Oleh: Bruder Pio Hayon SVD

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan Katolik Minggu 4 Mei 2025.

Tema renungan Katolik tebarkanlah jalamu.

Renungan katolik disusun oleh Bruder Pio Hayon SVD.

Renungan Katolik ada dibagian akhir artikel ini.

Baca juga: Teks Misa Hari Ini Minggu 4 Mei 2025, Pekan Biasa III Paskah

 

Hari Minggu 4 Mei 2025 merupakan hari Minggu Paskah III, Santa Gemma Galgani, Perawan, Santa Rachel, Pengaku Iman, Rachel, Istri Yakob, Para Martir dari Inggris, dengan warna liturgi putih.

Adapun bacaan liturgi Katolik hari Minggu 4 Mei 2025 adalah sebagai berikut:

Bacaan Pertama Kis. 5:27b-32,40b-41

Kami dan Roh Kudus adalah saksi hal-hal ini.

Setelah ditangkap oleh pengawal Bait Allah, para rasul dihadapkan ke Mahkamah Agama Yahudi. Imam Agung mulai menegur mereka, “Dengan keras kami melarang kamu mengajar dalam nama Yesus. Namun ternyata kamu telah memenuhi Yerusalem dengan ajaranmu, dan kamu hendak menanggungkan darah Orang itu kepada kami.”

Tetapi Petrus dan rasul-rasul itu menjawab, “Kita harus lebih taat kepada Allah daripada kepada manusia. Allah nenek moyang kita telah membangkitkan Yesus, yang kamu gantungkan pada kayu salib dan kamu bunuh.

Dialah yang telah ditinggikan oleh Allah sendiri dengan tangan kanan-Nya menjadi Pemimpin dan Penyelamat, supaya Israel dapat bertobat dan menerima pengampunan dosa.

Dan kami adalah saksi dari segalanya itu: kami dan Roh Kudus, yang dikaruniakan Allah kepada semua orang yang mentaati Dia.” Mereka lalu menyesah para rasul, dan melarang mereka mengajar dalam nama Yesus.

Sesudah itu mereka dilepaskan. Rasul-rasul itu meninggalkan sidang Mahkamah Agama dengan gembira, karena mereka telah dianggap layak menderita penghinaan oleh karena nama Yesus.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved