Karhutla di NTT
Potensi Karhutla di NTT Tunjukan Risiko Menengah hingga Tinggi, BMKG Ingatkan Langkah Mitigasi
Wilayah NTT salah satu provinsi di Indonesia dengan indeks potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) risiko menengah hingga tinggi 2025.
Penulis: Cristin Adal | Editor: Cristin Adal
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/karhutla-di-Hoder.jpg)
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE- Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi salah satu provinsi di Indonesia dengan indeks potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) risiko menengah hingga tinggi pada musim kemarau 2025.
BMKG memprediksi awal musim kemarau 2025 akan terjadi secara bertahap mulai akhir April hingga Juni di sebagian besar wilayah, dengan puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada periode Juni–Agustus.
Sifat kemarau diprediksi didominasi kondisi normal (sekitar 60 persen), namun 26 persen wilayah berpotensi mengalami kemarau atas normal (lebih basah) dan 14 persen bawah normal (lebih kering).
Pada, April-Mei 2025, risiko karhutla umumnya rendah, namun beberapa area di Riau, Sumatera Utara, dan NTT mulai menunjukkan risiko menengah hingga tinggi.
Baca juga: 21 Persen Zona Musim Wilayah Indonesia Masuk Awal Musim Kemarau, NTT Waspada Angin Kencang
Juni 2025, peningkatan signifikan risiko karhutla di Riau (41,5 perseb wilayah berisiko tinggi), Sumatera Utara, Jambi, dan sekitarnya. Juli-September 2025, risiko karhutla meluas ke Kalimantan, Nusa Tenggara, dan Papua.
Wilayah NTT, NTB, Papua Selatan, Kalimantan Selatan, serta Bangka Belitung menjadi wilayah dengan potensi risiko tertinggi, dan Oktober 2025, risiko karhutla diprediksi tetap tinggi di NTT, Papua Selatan, Sulawesi Tenggara, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah.
BMKG mengimbau pemerintah daerah di provinsi-provinsi berikut untuk meningkatkan kesiapsiagaan: Riau, NTT, Sumatera Selatan, Jambi, Lampung, Bangka Belitung, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Papua Selatan. Langkah preventif dan mitigasi berbasis prediksi BMKG diharapkan dapat segera diimplementasikan.
Baca juga: Gunung Lewotobi Laki-laki 7 Kali Gempa Harmonik, Angin ke Utara dan Timur Laut
Plt. Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mrekomendasi peningkatan kewaspadaan seluruh pihak diimbau sejak dini, terutama menjelang dan selama puncak musim kemarau Juni-Oktober 2025.
Ia juga mengajak pemangku kepentingan untuk memanfaatka informasi BMKG yaitu prediksi iklim dan potensi karhutla BMKG dapat diakses secara interaktif melalui situs resmi BMKG.
Data kualitas udara, hotspot, dan prediksi potensi karhutla juga tersedia untuk mendukung pengambilan keputusan yang cepat dan tepat.
Berita TribunFlores.Com Lainnya di Google News
risiko karhutla
Karhutla di NTT
Wilayah Risiko Tinggi Karhutla 2025
Mitigasi dan Preventif
Musim Kemarau 2025
Peralihan Musim
NTT
BMKG
TribunFlores.com
| 21 Persen Zona Musim Wilayah Indonesia Masuk Awal Musim Kemarau, NTT Waspada Angin Kencang |
|
|---|
| Waspada, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Banjir Rob Landa Sejumlah Wilayah di NTT |
|
|---|
| NTT Masuk Wilayah Risiko Tinggi Karhutla 2025, BMKG Imbau Pemda Tingkatkan Kesiapsiaagaan |
|
|---|
| BMKG Minta Warga Manggarai Waspada Potensi Cuaca Ekstrem Angin Kencang |
|
|---|