Minggu, 12 April 2026

Pemilihan Nama Paus Baru

Tradisi dan Alasan di Balik Pemilihan Nama Paus Baru

Tindakan pertama Paus baru, segera setelah menerima pemilihan kanoniknya sebagai Paus Tertinggi dan adalah pemilihan namannya.

Tayang:
Editor: Cristin Adal
zoom-inlihat foto Tradisi dan Alasan di Balik Pemilihan Nama Paus Baru
TRIBUNFLORES.COM/HO-VATIKAN MEDIA
PAUS- Paus Fransiskus, dengan nama baptisnya Jorge Mario Bergoglio. 

TRIBUNFLORES.COM- Setelah Paus baru terpilih, tradisi lama yang masih diteruskan salah satunya pemilihan namanya yang mengubah nama baptis.

Nama Paus yang baru dipilih sendiri oleh Paus terpilih dengan memilih nama-nama pendahulu mereka sebagai bentuk kekaguman dan keinginanan untuk mengikuti jejak.

Yang lain memilih nama yang berbeda dari nama pendahulunya, yang terkadang menandakan komitmen terhadap inovasi dan perubahan. Hal ini dilambangkan oleh Paus Fransiskus, Paus pertama dalam sejarah yang mengambil nama Santo Asisi.

Dilansir dari Vatican News, tradisi ini sudah berlangsung lama para Paus mengubah nama mereka dari nama pembaptisan mereka, meskipun tidak selalu demikian, terutama pada abad-abad pertama Kekristenan. 

 

Baca juga: Hasil Konklaf Hari Pertama, Asap Hitam Keluar dari Kapel Sistina Vatikan

 

 

Tindakan pertama Paus baru, segera setelah menerima pemilihan kanoniknya sebagai Paus Tertinggi dan sebelum memenuhi kewajiban-kewajiban lainnya, adalah pemilihan namanya. 

Nama ini diumumkan oleh Kardinal Protodeakon setelah rumus terkenal “Habemus Papam”, diikuti dengan nama pembaptisan Paus dalam bahasa Latin.

Menurut tradisi, nama ini berbeda dengan nama pembaptisan - sebuah pilihan yang mengikuti preseden yang ditetapkan oleh Paus pertama, Santo Petrus, yang memiliki nama lahir Simon.

Kebiasaan ini muncul sejak milenium pertama Kekristenan untuk menandakan bahwa pemilihan Tahta Petrus mirip dengan kelahiran kembali.

 

Baca juga: Konklaf Paus Rabu 7 Mei, Dibutuhkan Setidaknya 89 Suara dari 133 Kardinal Pemilih

 

Pada abad-abad awal Kekristenan, banyak Paus mengubah nama mereka karena nama asli mereka berasal dari agama pagan.

Namun, tidak semua Paus mengikuti praktik ini. Dari 266 Paus dalam sejarah (267 termasuk Paus berikutnya), hanya 129 yang memilih nama baru.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved